Skip to main content

Persamaan dan Perbedaan Program Ekonomi Gerakan Banteng dengan Program Ali-Baba

Sekilas, program ekonomi Gerakan Banteng adalah kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh Menteri Perdagangan Sumitro Joyohadikusumo, yakni upaya pemerintah mengembangkan sistem ekonomi nasional dengan menumbuhkan peran para pengusaha pribumi. Para pelaksanaan program ini, pemerintah memberikan bantuak kredit sebagai modal agar para pengusaha pribumi dapat berkembang.

Sedangkan program Ali-Baba adalah kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh Menteri Perekonomian Ishak Tjokrohadisurjo, yakni upaya memajukan perekonomian nasional melalui kerjasama antara pengusaha pribumi dan pengusaha non-pribumi dengan harapan pengusaha pribumi dapat belajar banyak dari pengusaha non-pribumi.


Persamaan


  1. Kedua program tersebut mengedepankan pentingnya persan pengusaha pribumi sebagai landasan menguatnya perekonomian nasional.
  2. Kedua program tersebut memiliki tujuan sebagai jalan pengubah sistem ekonomi kolonial menjadi sistem ekonomi nasional.
  3. Dalam pelaksanaan kedua program tersebut, pemerintah menjadi dalang utama yang berperan aktif dalam memberikan bantuan kredit kepada para pengusaha. 

Perbedaan 


Perbedaan yang paling nampak dari kedua program tersebut adalah:

  1. Program ekonomi Gerakan Banteng hanya mengedepankan peran pengusaha pribumi, dengan asumsi bahwa pengusaha pribumi dapat berperan aktif dalam arus kegiatan perekonomian nasional dengan ditopang kredit dari pemerintah.
  2. Program ekonomi Ali-Baba mengedepankan adanya hubungan kerjasama antara pengusaha pribumi dengan non pribumi. Dengan asumsi pengusaha pribumi dapat memperoleh pelajaran berharga dari adanya hubungan kerjasama tersebut, serta tidak jatuhnya pengusaha non pribumi, sehingga didapat kondisi kegiatan perekonomian yang maju dan teratur.

Sumber


BSE Kemendikbud Sejarah Indonesia Kelas XII SMA.

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Kerajaan Gowa, Kerajaan Gowa-Tallo, Hingga Kesultanan Makassar

Sebelum Islam datang, Kerajaan Gowa telah berdiri dengan Tomanurung sebagai raja pertama. Namun, tak banyak catatan sejarah yang menyebutkan perjalanan kerajaan tersebut.

Kapan tepatnya berdiri kerajaan pun tak ada data sejarah yang mengabarkan. Menurut Prof Ahmad M Sewang dalam Islamisasi Kerajaan Gowa: Abad XVI Sampai Abad XVII, Kerajaan Gowa diperkirakan berdiri pada abad ke-14.

Sebelum kerajaan tersebut berdiri, kawasannya sudah dikenal dengan nama Makassar dan masyarakatnya disebut dengan suku Makassar. Wilayah ini pun pernah menjadi bagian kekuasaan Majapahit.

Gowa dan Tallo pra-Islam merupakan kerajaan kembar milik dua bersaudara. Berawal di pertengahan abad ke-16, pada masa pemerintahan Gowa IV Tonatangka Lopi, ia membagi wilayah Kerajaan menjadi dua bagian untuk dua putranya, Batara Gowa dan Karaeng Loe ri Sero. Hal ini dikarenakan kedua putranya sama-sama ingin berkuasa.

Batara Gowa melanjutkan kekuasaan sang ayah yang meninggal dunia dengan memimpin Kerajaan Gowa sebagai R…

4 Partai Pemenang Pemilu Pertama Indonesia 1955

Pemilu pertama Indonesia pada tahun 1955 memunculkan 4 partai besar pemenang. Empat partai tersebut adalah Partai Nasionalis Indonesia (PNI), Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), Nahdatul Ulama, dan Partai Komunis Indonesia (PKI).


Adapun perolehan kursi hasil pemilihan umum pertama 1955 adalah sebagai berikut.

PEMILU UNTUK ANGGOTA DPR (29 SEPTEMBER 1955)

Partai Nasionalis Indonesia (PNI) : 57 kursi
Partai Masyumi : 57 kursi
Partai Nahdatul Ulama : 45 kursi
Partai Komunis Indonesia (PKI) : 39 kursi

PEMILU UNTUK KONSTITUANTE (15 DESEMBER 1955)

Partai Nasionalis Indonesia (PNI) : 119 kursi
Partai Masyumi : 112 kursi
Partai Nahdatul Ulama : 91 kursi
Partai Komunis Indonesia (PKI) : 80 kursi

Sumber
BSE Kemendikbud Sejarah Indonesia Kelas XII SMA.

Sumber gambar : saga-sigi.blogspot.com

Program Ekonomi Gerakan Asaat

Apa yang dimaksud dengan Gerakan Asaat?

Gerakan Asaat adalah sebuah program ekonomi pemerintah Indonesia tahun 1950an yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pengusaha pribumi. Gerakan Asaat memberikan perlindungan khusus bagi warga negara Indonesia Asli dalam segala aktivitas usaha di bidang perekonomian dari persaingan dengan pengusaha asing pad aumumnya dan warga keturuan Cina pada khususnya.


Dukungan dari pemerintah terhadap gerakan ini terlihat dari pernyataan yang dikeluarkan pemerintah pada Oktober 1956 bahwa pemerintah akan memberikan lisensi khusus pada pengusaha pribumi. Ternyata kebijakan pemerintah ini memunculkan reaksi negatif yaitu muncul golongan yang membenci kalangan Cina. Bahkan reaksi ini sampai menimbulkan permusuhan dan pengrusakan terhadap toko-toko dan harta benda milik masyarakat Cina serta munculnya perkelahian antara masyarakat Cina dan masyarakat pribumi.

Sumber
BSE Kemendikbud Sejarah Indonesia Kelas XII SMA.

Sumber gambar : www.kaskus.co.id