Skip to main content

8 Keunggulan Kuliah di PKN STAN

Politekni Keuangan Negara STAN (PKN STAN) adalah sekolah tinggi kedinasan yang pada mulanya bernama Sekolah Tinggi Akunasi Negara (STAN). Dengan adanya perubahan status ini, PKN STAN akan semakin berkembang dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi ternama lainnya.

Baca : Profil Singkat PKN STAN (Dalam Proses)

Di samping itu, PKN STAN memiliki program ujian masuk yang terkenal dengan kesulitannya. Ujian saringan masuk PKN STAN atau yang lebih dikenal dengan USM PKN STAN ini pernah mencapai rekor MURI sebesar 163.000 peserta sehingga USM PKN STAN ini memiliki atmosfer persaingan yang dinilai sangat kental. Bagaimana tidak, dari peserta tes sebanyak itu, hanya kurang lebih 3.600 peserta yang lolos. Wau banget kan?


Pertanyaannya, apa yang menjadikan USM PKN STAN ini sesulit itu? Apa sih kelebihan kuliah di PKN STAN? Mungkin banyak sahabat yang penasaran akan hal itu. Untuk itu, pada postingan kali ini saya akan membahas setidaknya 8 keunggulan kuliah di PKN STAN yang membuat banyaknya siswa yang ingin masuk ke perguruan tinggi ini. Postingan ini sengaja saya sarikan  dari buku Prepare Reborn USM PKN STAN yang katanya merupakan buku best seller tiap tahunnya. Oke, langsung aja kita bahas. Cekidot...

1. Gratis Biaya Kuliah


Keunggulan pertama dari PKN STAN ini, sekaligus menjadi keunggulan yang banyak diincar oleh para siswa adalah biaya kuliah di PKN STAN itu gratis loooo. Jika di universitas ternama lain, kamu harus bayar biaya SPP lah, SKS lah, dsb., di PKN STAN ini sekolah kamu akan dibiayai oleh negara Indonesia ini. Semua biaya itu sumbernya dari rakyat, jadi jangan menyepelekan kuliah di sini ya.

Tapi, eh ada tapinya. 2 buah tapi lagi. Tapi pertama. Tapi, gak semuanya gratis, jangan ngarep kamu bakalan disediakan makan gratis, kos gratis, itu sih namanya keenakan. Adapun biaya-biaya yang dibiayai pemerintah adalah biaya SPP, biaya SKS, biaya praktikum, dan biaya ujian. Hebat bukan?

Tapi yang kedua nih. Gratisan ini berlaku syarat dan ketentuan loh. Secara singkat kamu harus siap jadi PNS selama 10 tahun, alias wajib mengabdi jadi PNS (kalau kamu keterima jadi PNS) selama 10 tahun, kurang dari itu, kamu harus bayar semua biaya kuliah di PKN STAN. Wkwkwk. Dan inget, jika kamu memiliki nilai UAS/US kurang dari kkm, maka tanpa basa-basi kamu akan kena DO alias Drop Out.

Saya sendiri tidak begitu paham mengenai biaya apa saja yang harus dikeluarkan saat studi di PKN STAN ini, mungkin 2 tautan berikut bisa memberi informasi lebih lengkap.

Baca : Postingan Priprayoga.blogspot.co.id
Baca : Postingan Infopknstan.net
Baca : Postingan finance.detik.com 

2. Lulusan PKN STAN Ditempatkan Di Kementerian Keuangan dan Instansi Pemerintah Lainnya


Berdasarkan informasi yang beredar, banyak yang mengatakan bahwa : "Dari dulu sampai sekarang, yang kami ketahui, belum ada kejadian lulusan PKN STAN menganggur. Mereka langsung ditempatkan di berbagai instansi di Kementrian Keuangan sesuai dengan jurusannya masing-masing." Jadi, jangan pernah takut kamu susah nyari pekerjaan setelah lulus nanti.

Adapun informasi penempatan lulusan dari PKN STAN sendiri dapat sahabat peroleh di tautandi bawah.

Baca : Informasi Penempatan Lulusan PKN STAN (Dalam Proses)

3. Sarana dan Prasarana Kuliah Memadai


Dengan masih adanya status sekolah kedinasan pada PKN STAN, maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa PKN STAN masih diharapkan sebagai tempat belajar bibit-bibit unggul calon punggawa keuangan negara. Sehingga, dapat dipastikan bahwa Pemerintah Indonesia sangat mendukung sarana dan prasarana perkuliahan di PKN STAN ini.

4. Standar Kurikulum Yang Tinggi


Secara logika, masa sih tempat kuliah yang banyak diincar oleh ribuan orang tidak punya standar kurikulum yang baik? Masa iya sih, politeknik yang jadi kebanggaan Kementrian Keuangan ini gak punya dosen-dosen berkualitas? Think again...

5. Elemen Kampus Yang Bagus


Jangan khawatir kalau kamu mengira bahwa kuliah di PKN STAN bakalan kaku enggak seperti universitas-universitas besar, di PKN STAN kamu juga bisa mengembangkan softskill kamu. Ada banyak ekstrakurikuller yang bisa kamu gunakan sebagai sarana menyalurkan bakat. Mulai dari ektrakurikuller tentang wirausaha, sampai ke agama.

6. Belajar Bersama Orang-Orang Terpilih


Sudah pasti jika orang-orang yang kuliah di PKN STAN adalah orang-orang terpilih. Gimana enggak mereka adalah salah satu dari 3.600 orang yang berhasil masuk dengan beragam cara pencapaiannya. Dengan adanya mereka, maka kamu akan turut terpacu untuk selalu belajar lebih baik lagi.

7. Banyak Buku Literatur Yang Disediakan


Enggak hanya biayan pendidikan yang gratis, kamu juga bakal dipinjami buku-buku pendamping perkuliahan untuk menunjang proses belajar kamu.

8. Peluang Kuliah di Luar Negeri Terbuka Lebar


Berdasarkan informasi, Kementrian Keuangan banyak menyediakan beasiswa untuk bisa belajar di luar negeri, khusus bagi pegawainya yang merupakan lulusan PKN STAN. Jadi, kalau kamu punya cita-cita ingin kuliah di luar negeri, kamu bisa masuk PKN STAN sebagai jalan pintasnya.

Sumber


Disarikan dari buku Prepare Reborn USM PKN STAN, DSV Indonesia.

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Kerajaan Gowa, Kerajaan Gowa-Tallo, Hingga Kesultanan Makassar

Sebelum Islam datang, Kerajaan Gowa telah berdiri dengan Tomanurung sebagai raja pertama. Namun, tak banyak catatan sejarah yang menyebutkan perjalanan kerajaan tersebut.

Kapan tepatnya berdiri kerajaan pun tak ada data sejarah yang mengabarkan. Menurut Prof Ahmad M Sewang dalam Islamisasi Kerajaan Gowa: Abad XVI Sampai Abad XVII, Kerajaan Gowa diperkirakan berdiri pada abad ke-14.

Sebelum kerajaan tersebut berdiri, kawasannya sudah dikenal dengan nama Makassar dan masyarakatnya disebut dengan suku Makassar. Wilayah ini pun pernah menjadi bagian kekuasaan Majapahit.

Gowa dan Tallo pra-Islam merupakan kerajaan kembar milik dua bersaudara. Berawal di pertengahan abad ke-16, pada masa pemerintahan Gowa IV Tonatangka Lopi, ia membagi wilayah Kerajaan menjadi dua bagian untuk dua putranya, Batara Gowa dan Karaeng Loe ri Sero. Hal ini dikarenakan kedua putranya sama-sama ingin berkuasa.

Batara Gowa melanjutkan kekuasaan sang ayah yang meninggal dunia dengan memimpin Kerajaan Gowa sebagai R…

4 Partai Pemenang Pemilu Pertama Indonesia 1955

Pemilu pertama Indonesia pada tahun 1955 memunculkan 4 partai besar pemenang. Empat partai tersebut adalah Partai Nasionalis Indonesia (PNI), Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), Nahdatul Ulama, dan Partai Komunis Indonesia (PKI).


Adapun perolehan kursi hasil pemilihan umum pertama 1955 adalah sebagai berikut.

PEMILU UNTUK ANGGOTA DPR (29 SEPTEMBER 1955)

Partai Nasionalis Indonesia (PNI) : 57 kursi
Partai Masyumi : 57 kursi
Partai Nahdatul Ulama : 45 kursi
Partai Komunis Indonesia (PKI) : 39 kursi

PEMILU UNTUK KONSTITUANTE (15 DESEMBER 1955)

Partai Nasionalis Indonesia (PNI) : 119 kursi
Partai Masyumi : 112 kursi
Partai Nahdatul Ulama : 91 kursi
Partai Komunis Indonesia (PKI) : 80 kursi

Sumber
BSE Kemendikbud Sejarah Indonesia Kelas XII SMA.

Sumber gambar : saga-sigi.blogspot.com

Sudut Pandang Pada Teks Cerpen

Sudut pandang atau pusat pengisahan merupakan unsur cerita yang berkaitan dengan bagaimana peran seorang pengarang (narator) dalam menyampaikan ceritanya. Sudut pandang dalam teks narasi (teks cerpen termasuk teks narasi) terdiri atas sudut pandang orang pertama dan orang ketiga.


Sudut Pandang Orang Pertama Sudut pandang orang pertama memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1 | Menggunakan kata ganti orang pertama. Contohnya aku, saya, atau kami.
2 | Pengarang tampil menyampaikan kisah yang dialami sendiri. Contohnya: "Selama berada di Jakarta, kami mendapat pengalaman yang sangat menyenangkan...."

Sudut pandang orang pertama dibagi menjadi dua jenis: orang pertama sebagai pelaku utama dan orang pertama sebagai pengamat

Orang Pertama sebagai Pelaku Utama
Pada jenis ini, pengarang terlibat langsung dalam menyampaikan kisahnya dan berperan langsung sebagai tokoh utama. Dengan kata lain, orang pertama mengisahkan dirinya sendiri.

Contoh teks :
Aku mulai mempersiapkan perkawinanku. B…