Ketik sesuatu lalu tekan enter

author photo
By On
Menyunting atau mengedit teks cerpen adalah salah satu kegiatan yang biasa dilakukan oleh para cerpenis setelah ia berhasil menuntaskan pengerjaan/pengarangan teks cerpen secara utuh. Menyuntung atau mengedit teks ini merupakan sebuah kegiatan yang difungsikan sebagai cara memperbaiki sebuah teks dengan cara memperhatikan unsur-unsur isi dan kebahasaannya.

Pada teks cerpen sendiri, dalam proses penyuntungan atau pengeditan teks cerpen, kita dapat memperhatikan beberapa kriteria, yaitu hal-hal yang berkaitan dengan kelengkapan struktur, kelengkapan kaidah, yang keduanya merupakan bagian dari unsur isi. Selain itu, secara lebih mendala, kita pun dapat  memperhatikan unsur kebahasaannya, yang meliputi kepaduan kalimat, keefektifan/kehematan kalimat, ketepatan diksi/pilihan kata, dan ketepatan ejaan.


Coba perhatikan sejenak contoh dan pembahasan berikut ini.

Sebelum pergi, kami saling berpandang-pandangan. Karena rindunya, maka kami janjian untuk bertemu di depan bioskop itu. Aneh memang, film yang kami tonton bukan bertemakan cinta, melainkan masalah politik yang sedang berkecamuk. Dalam pertemuan itu, kami mengucapkan sumpah janji untuk tidak saling mengkhianati. Akhirnya, setahun kemudian, kami melangsungkan perkawinan. Kami diberi tiga orang anak yaitu Alice, Janet dan zaskia.

Harap perhatikan dan renungkan teks tersebut, bagian mana sajakah yang perlu kita sunting. Ayo yang mana...?

1. Keefektifan Kalimat


Kata "Kami saling berpandang-pandangan" merupakan kalimat yang tidak efektif. Mengapa? Pada kalimat tersebut terdapat kandungan majas pleonasme (pengulangan makna) yang secara teori merupakan salah satu penyebab ketidakefektifan kalimat. Kata tersebut bisa kita ganti menjadi :

Kami saling berpandangan. |atau| Kami berpandang-pandangan.

2. Kepaduan Antar Kalimat (Koherensi)


Pada contoh teks di atas, kita bisa membaca bahwa pada kalimat ketiga merupakan kalimat yang tidak memiliki hubungan dengan kalian sebelum dan sesudahnya. Maka dapat kita katakan bahwa kalimat ketiga merupakan kalimat yang tidak sesuai dengan paragraf. Oleh karena itu, sangat perlu bagi kita untuk menghapus kalimat ketiga dari paragraf.

3. Ketepatan Diksi


Ketepatan diksi sejatinya merupakan bagian dari kemampuan sang pengarang dalam menulis sebuah karya. Tanpa perbendaharaan kata yang luas, seorang cerpenis atau penulis bisa dikatakan akan menghasilkan karya dengan bahasa yang rancu ataupun salah. Contohnya pada contoh teks di atas, pada kalimat kelima terdapat kata "perkawinan". Secara kebahasaan dan juga apabila kita mempertimbangkan suasana yang sesuai dengan teks, maka kata tersebut dapat kita ubah menjadi "pernikahan". Bukankah itu lebih tepat?

4. Ketepatan Ejaan


Dalam melakukan proses penyuntingan teks, secara garis besar, proses penyuntingan ketepatan ejaan meliputi tanda baca, penulisan kata, dan penulisan huruf kapital. Pada contoh teks di atas, terdapat kesalahan dalam penulisan huruf kapital dan penggunaan tanda baca.

Kalimat "Kami diberi tiga orang anak yaitu Alice, Janet dan zaskia." seharusnya ditulis " Kami diberi tiga orang anak, yaitu Alice, Janet, dan Zaskia.".

Sumber


Disarikan dari buku Sobandi, Mengasah Kemampuan Diri, Tahun 2014, Penerbit Erlangga.

Sumber gambar : www.anneahira.com

Klik untuk mengomentari