Skip to main content

Langkah-Langkah Meresensi Cerpen

Meresensi cerpen pada dasarnya merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu karya cerita pendek, baik dari kelebihan maupun kekurangannya. Meski demikian, saat ini meresensi cerpen tidak lagi hanya sekadar sebagai media penilaian belaka.

Banyak yang bertanya, bagaimana sih cara meresensi cerpen? Apakah ada langkah-langkah yang harus kita lakukan dalam meresensi sebuah cerpen? Jawabannya ada. Berikut saya paparkan.


Meresensi cerpen, secara umum terdiri dari 6 langkah pokok, yaitu:

1. Memilih Cerpen


Tentunya, apabila kita hendak meresensi cerpen, maka kita terlebih dahulu harus memilih cerpen mana yang akan kita resensi. Apabila resensi cerpen akan ditujukan kepada publik, maka sebaiknya pemilihan cerpen harus memerhatikan kepopuleran cerpen, kelayakan cerpen, dan juga kemanfaatan cerpen itu sendiri.

Biasanya, cerpen-cerpen berkualitas dapat kita temukan pada setiap surat kabar di hari minggu.

2. Menguasai Isi Cerpen


Selanjutnya, kita harus menguasai isi cerpen tersebut. Lakukanlah pembacaan terhadap cerpen tersebut dengan penghayatan yang nyata. Hohoho bahasanya... Bacalah teks cerpen tersebut, nikmati, kemudian pahami secara mendalam bagaimana isi dari cerpen tersebut.

3. Mengidentifikasi Isi Cerpen


Setelah membaca, kamu harus bisa mengidentifikasi bagian-bagian teks cerpen tersebut.

4. Meringkas Isi Cerpen


Ketika kamu sudah selesai mengidentifikasi isi cerpen tersebut. Padukanlah setiap pokok pembahasan cerpen tersebut dengan memerhatikan hasil identifikasi, jadikan sebuah rangkuman yang tersusun secara sistematis berdasarkan bagian-bagian cerpen. Kegiatan ini biasa kita sebut sebagai menyusun sinopsis.

5. Menilai Isi Cerpen


Setelah meringkas, lakukan identifikasi terhadap kekurangan dan kelebihan cerpen tersebut. Hasil identifikasi ini akan sangat berpengaruh pada kualitas resensi yang dibuat. Ada beberapa hal yang bisa kamu jadikan pokok penilaian terhadap suatu cerpen, yaitu:

Apa kelebihan cerpen tersebut?

Apa kekurangan cerpen tersebut?

Apa manfaat cerpen tersebut bagi para pembaca?

Dalam pelaksaannya, penilaian teks cerpen dapat dilakukan dengan membandingkan karya cerpen tersebut dengan karya cerpen lain yang sejenis.

6. Menyimpulkan


Langkah terakhir yang harus kamu lakukan adalah menyimpulkan. Kesimpulan ini berisikan saran dan pertimbangan kepada para pembaca.

Sumber


Disarikan dari buku Sobandi, Mengasah Kemampuan Diri, Tahun 2014, Penerbit Erlangga.

Sumber gambar : soearamoeria.com

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Kerajaan Gowa, Kerajaan Gowa-Tallo, Hingga Kesultanan Makassar

Sebelum Islam datang, Kerajaan Gowa telah berdiri dengan Tomanurung sebagai raja pertama. Namun, tak banyak catatan sejarah yang menyebutkan perjalanan kerajaan tersebut.

Kapan tepatnya berdiri kerajaan pun tak ada data sejarah yang mengabarkan. Menurut Prof Ahmad M Sewang dalam Islamisasi Kerajaan Gowa: Abad XVI Sampai Abad XVII, Kerajaan Gowa diperkirakan berdiri pada abad ke-14.

Sebelum kerajaan tersebut berdiri, kawasannya sudah dikenal dengan nama Makassar dan masyarakatnya disebut dengan suku Makassar. Wilayah ini pun pernah menjadi bagian kekuasaan Majapahit.

Gowa dan Tallo pra-Islam merupakan kerajaan kembar milik dua bersaudara. Berawal di pertengahan abad ke-16, pada masa pemerintahan Gowa IV Tonatangka Lopi, ia membagi wilayah Kerajaan menjadi dua bagian untuk dua putranya, Batara Gowa dan Karaeng Loe ri Sero. Hal ini dikarenakan kedua putranya sama-sama ingin berkuasa.

Batara Gowa melanjutkan kekuasaan sang ayah yang meninggal dunia dengan memimpin Kerajaan Gowa sebagai R…

4 Partai Pemenang Pemilu Pertama Indonesia 1955

Pemilu pertama Indonesia pada tahun 1955 memunculkan 4 partai besar pemenang. Empat partai tersebut adalah Partai Nasionalis Indonesia (PNI), Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), Nahdatul Ulama, dan Partai Komunis Indonesia (PKI).


Adapun perolehan kursi hasil pemilihan umum pertama 1955 adalah sebagai berikut.

PEMILU UNTUK ANGGOTA DPR (29 SEPTEMBER 1955)

Partai Nasionalis Indonesia (PNI) : 57 kursi
Partai Masyumi : 57 kursi
Partai Nahdatul Ulama : 45 kursi
Partai Komunis Indonesia (PKI) : 39 kursi

PEMILU UNTUK KONSTITUANTE (15 DESEMBER 1955)

Partai Nasionalis Indonesia (PNI) : 119 kursi
Partai Masyumi : 112 kursi
Partai Nahdatul Ulama : 91 kursi
Partai Komunis Indonesia (PKI) : 80 kursi

Sumber
BSE Kemendikbud Sejarah Indonesia Kelas XII SMA.

Sumber gambar : saga-sigi.blogspot.com

Program Ekonomi Gerakan Asaat

Apa yang dimaksud dengan Gerakan Asaat?

Gerakan Asaat adalah sebuah program ekonomi pemerintah Indonesia tahun 1950an yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pengusaha pribumi. Gerakan Asaat memberikan perlindungan khusus bagi warga negara Indonesia Asli dalam segala aktivitas usaha di bidang perekonomian dari persaingan dengan pengusaha asing pad aumumnya dan warga keturuan Cina pada khususnya.


Dukungan dari pemerintah terhadap gerakan ini terlihat dari pernyataan yang dikeluarkan pemerintah pada Oktober 1956 bahwa pemerintah akan memberikan lisensi khusus pada pengusaha pribumi. Ternyata kebijakan pemerintah ini memunculkan reaksi negatif yaitu muncul golongan yang membenci kalangan Cina. Bahkan reaksi ini sampai menimbulkan permusuhan dan pengrusakan terhadap toko-toko dan harta benda milik masyarakat Cina serta munculnya perkelahian antara masyarakat Cina dan masyarakat pribumi.

Sumber
BSE Kemendikbud Sejarah Indonesia Kelas XII SMA.

Sumber gambar : www.kaskus.co.id