Skip to main content

Kasenian Sunda

Kasenian nyaeta kabinangkitan anu ngahasilkeun barang nu endah-endah. Aya seni sora, seni karawitan, seni sastra, seni teater, jeung seni rupa.

Nurutkeun para ahli, kasenian Sunda teh miboga rupa 400 leuwih, diantarana:
1. Seni sora. Contona: tembang sunda, kawih, anggana sekar, rampak sekar, beluk, jsb..
2. Seni karawitan. Contona: kacapi suling, degung, angklung, tutunggulan, patingtung, rampak bedug, rampak kendang, jsb..
3. Seni tari. Contona: tari topeng, tari merak, tari kukupu, jaipongan, tari sulintang, jsb..
4. Seni teater. Contona: longser, banjet, topeng bekasi, ubrug, jsb..
5. Seni teater padalangan. Contona: wayang golek, wayang parehi, jsb..
6. Seni helaran. Contona: sisingaan, kuda renggong, surak ibra, tungbrung, jsb..


Di handap ieu aya sababaraha ngaran kasenian jeung asal daerahna.

Tarling : Indramayu jeung Cirebon
Jaipongan : Karawang
Kuda Renggong : Sumedang
Cianjuran : Cianjur
Bajidoran : Subang
Sisingaan : Ciherang (Subang)
Ketuk Tilu : Priangan (Bandung)
Debus : Banten
Rudat : Banten
Longser : Bandung jeung Kab. Bandung
Banjet : Karawang
Surak Ibra : Garut

Waditra Kasenian Sunda


Waditra nyaeta alat kasenian Sunda. Jumlahna kawilang loba. Dumasar kana bahan jeung cara nabeuhna, waditra bisa dipasing-pasing jadi:
1. Awi ditiup. Contona: suling.
2. Awi ditakol. Contona: calung, calung renteng, kohkol awi, jsb..
3. Awi digoyang-goyang. Contona: angklung, rengkong, jsb..
4. Kai ditakol. Contona: gambang, lisung, kohkol, jsb..
5. Kawat dipetik. Contona: siter, kacapi, kacapi indung, kacapi rincik, hitar, jsb..
6. Senar dikeset. Contona: rebab, piul, jsb..
7. Parunggu/beusi ditakol. Contona: goong, saron, peking, kenong, panerus, selentem, ketuk, jsb..
8. Kulit ditakol. Contona: bedug, patingtung.
9. Kulit ditepak. Contona: kendang, genjring, terebang, dog-dog, jsb..

Sumber


Proses Pembelajaran Mata Pelajaran Basa Sunda SMA Negeri 1 Margahayu, Tahun 2016.

Kalang Basa Sunda SMA Semester 1, CV Mutiara Ilmu Bandung.

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Kerajaan Gowa, Kerajaan Gowa-Tallo, Hingga Kesultanan Makassar

Sebelum Islam datang, Kerajaan Gowa telah berdiri dengan Tomanurung sebagai raja pertama. Namun, tak banyak catatan sejarah yang menyebutkan perjalanan kerajaan tersebut.

Kapan tepatnya berdiri kerajaan pun tak ada data sejarah yang mengabarkan. Menurut Prof Ahmad M Sewang dalam Islamisasi Kerajaan Gowa: Abad XVI Sampai Abad XVII, Kerajaan Gowa diperkirakan berdiri pada abad ke-14.

Sebelum kerajaan tersebut berdiri, kawasannya sudah dikenal dengan nama Makassar dan masyarakatnya disebut dengan suku Makassar. Wilayah ini pun pernah menjadi bagian kekuasaan Majapahit.

Gowa dan Tallo pra-Islam merupakan kerajaan kembar milik dua bersaudara. Berawal di pertengahan abad ke-16, pada masa pemerintahan Gowa IV Tonatangka Lopi, ia membagi wilayah Kerajaan menjadi dua bagian untuk dua putranya, Batara Gowa dan Karaeng Loe ri Sero. Hal ini dikarenakan kedua putranya sama-sama ingin berkuasa.

Batara Gowa melanjutkan kekuasaan sang ayah yang meninggal dunia dengan memimpin Kerajaan Gowa sebagai R…

4 Partai Pemenang Pemilu Pertama Indonesia 1955

Pemilu pertama Indonesia pada tahun 1955 memunculkan 4 partai besar pemenang. Empat partai tersebut adalah Partai Nasionalis Indonesia (PNI), Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), Nahdatul Ulama, dan Partai Komunis Indonesia (PKI).


Adapun perolehan kursi hasil pemilihan umum pertama 1955 adalah sebagai berikut.

PEMILU UNTUK ANGGOTA DPR (29 SEPTEMBER 1955)

Partai Nasionalis Indonesia (PNI) : 57 kursi
Partai Masyumi : 57 kursi
Partai Nahdatul Ulama : 45 kursi
Partai Komunis Indonesia (PKI) : 39 kursi

PEMILU UNTUK KONSTITUANTE (15 DESEMBER 1955)

Partai Nasionalis Indonesia (PNI) : 119 kursi
Partai Masyumi : 112 kursi
Partai Nahdatul Ulama : 91 kursi
Partai Komunis Indonesia (PKI) : 80 kursi

Sumber
BSE Kemendikbud Sejarah Indonesia Kelas XII SMA.

Sumber gambar : saga-sigi.blogspot.com

Program Ekonomi Gerakan Asaat

Apa yang dimaksud dengan Gerakan Asaat?

Gerakan Asaat adalah sebuah program ekonomi pemerintah Indonesia tahun 1950an yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pengusaha pribumi. Gerakan Asaat memberikan perlindungan khusus bagi warga negara Indonesia Asli dalam segala aktivitas usaha di bidang perekonomian dari persaingan dengan pengusaha asing pad aumumnya dan warga keturuan Cina pada khususnya.


Dukungan dari pemerintah terhadap gerakan ini terlihat dari pernyataan yang dikeluarkan pemerintah pada Oktober 1956 bahwa pemerintah akan memberikan lisensi khusus pada pengusaha pribumi. Ternyata kebijakan pemerintah ini memunculkan reaksi negatif yaitu muncul golongan yang membenci kalangan Cina. Bahkan reaksi ini sampai menimbulkan permusuhan dan pengrusakan terhadap toko-toko dan harta benda milik masyarakat Cina serta munculnya perkelahian antara masyarakat Cina dan masyarakat pribumi.

Sumber
BSE Kemendikbud Sejarah Indonesia Kelas XII SMA.

Sumber gambar : www.kaskus.co.id