Skip to main content

3 Bentuk Konflik Indonesia Tahun 1948 s.d. 1965

Jika dilihat dari sumber pemicu konfliknya, Indonesia pada tahun 1948 sampai dengan 1965 telah mengalami 3 bentuk konflik yang ketiganya sama-sama mengakibatkan disintergasi nasional. Adapun ketiga bentuk konflik tersebut antara lain:


1. Konflik Yang Berkaitan Dengan Ideologi


Dengan adanya heterogenitas bangsa Indonesia, sudah tentu akan tumbuh berbagai macam ideologi. Dimana setiap golongan pengikut ideologi tersebut sama-sama menyatakan diri bahwa ideologi mereka lah yang paling benar. Tercatat ada 2 konflik besar yang pernah melanda Indonesia yang berkaitan dengan ideologi. Yakni pemberontakan/perjuangan DI/TII dan pemberontakan PKI di G30SPKI.

2. Konflik Yang Berkaitan Dengan Kepentingan


Manusia secara fitrah memiliki sifat ingin saling menguasai. Tentu hal ini merupakan salah satu sifat mengutamakan kepentingan pribadi atas kepentingan umum. Saat-saat genting kemerdekaan Indonesia yang seharusnya dipakai sebagai media renungan dan perjuangan, justru dipakai sebagai keadaan yang pas dalam merencanakan berbagai tujuan dan kepentingan pribadi ataupun golongannya. Tercatat sangat banyak pemberontakan yang berkaitan dengan kepentingan seperti halnya pemberontakan APRA, RMS, dan Andi Azis.

3. Konflik Yang Berkaitan Dengan Sistem Pemerintahan


Mungkin kita tidak pernah lupa dengan adanya konflik PRRI/PERMESTA dan juga pembentukan BFO yang dulu dirasakan sebagai penyulut konflik antara para pembesar negeri. Adanya benturan pendapat soal sistem pemerintahan, membuat terjadinya gejolak dan perdebatan. Tercatat kedua penyulut konflik itu memang tidak sependapat dengan sistem pemerintahan yang sedang berjalan saat itu.

Kita sebagai warga negara yang telah paham akan sejarah perjuangan bangsa Indonesia hendaknya mulai meresapi kemelut dan konflik yang terjadi di masa lalu. Kita bisa ambil inti dari semua permasalah ini, kemudian mengaplikasikannya sebagai media untuk belajar agar Indonesia tidak lagi merasakan konflik yang merugikan.

Sumber


Pembelajaran Sejarah Indonesia SMA Negeri 1 Margahayu, Tahun 2016.

Sumber gambar : dickyrachmadie.blogspot.com

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Kerajaan Gowa, Kerajaan Gowa-Tallo, Hingga Kesultanan Makassar

Sebelum Islam datang, Kerajaan Gowa telah berdiri dengan Tomanurung sebagai raja pertama. Namun, tak banyak catatan sejarah yang menyebutkan perjalanan kerajaan tersebut.

Kapan tepatnya berdiri kerajaan pun tak ada data sejarah yang mengabarkan. Menurut Prof Ahmad M Sewang dalam Islamisasi Kerajaan Gowa: Abad XVI Sampai Abad XVII, Kerajaan Gowa diperkirakan berdiri pada abad ke-14.

Sebelum kerajaan tersebut berdiri, kawasannya sudah dikenal dengan nama Makassar dan masyarakatnya disebut dengan suku Makassar. Wilayah ini pun pernah menjadi bagian kekuasaan Majapahit.

Gowa dan Tallo pra-Islam merupakan kerajaan kembar milik dua bersaudara. Berawal di pertengahan abad ke-16, pada masa pemerintahan Gowa IV Tonatangka Lopi, ia membagi wilayah Kerajaan menjadi dua bagian untuk dua putranya, Batara Gowa dan Karaeng Loe ri Sero. Hal ini dikarenakan kedua putranya sama-sama ingin berkuasa.

Batara Gowa melanjutkan kekuasaan sang ayah yang meninggal dunia dengan memimpin Kerajaan Gowa sebagai R…

4 Partai Pemenang Pemilu Pertama Indonesia 1955

Pemilu pertama Indonesia pada tahun 1955 memunculkan 4 partai besar pemenang. Empat partai tersebut adalah Partai Nasionalis Indonesia (PNI), Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), Nahdatul Ulama, dan Partai Komunis Indonesia (PKI).


Adapun perolehan kursi hasil pemilihan umum pertama 1955 adalah sebagai berikut.

PEMILU UNTUK ANGGOTA DPR (29 SEPTEMBER 1955)

Partai Nasionalis Indonesia (PNI) : 57 kursi
Partai Masyumi : 57 kursi
Partai Nahdatul Ulama : 45 kursi
Partai Komunis Indonesia (PKI) : 39 kursi

PEMILU UNTUK KONSTITUANTE (15 DESEMBER 1955)

Partai Nasionalis Indonesia (PNI) : 119 kursi
Partai Masyumi : 112 kursi
Partai Nahdatul Ulama : 91 kursi
Partai Komunis Indonesia (PKI) : 80 kursi

Sumber
BSE Kemendikbud Sejarah Indonesia Kelas XII SMA.

Sumber gambar : saga-sigi.blogspot.com

Program Ekonomi Gerakan Asaat

Apa yang dimaksud dengan Gerakan Asaat?

Gerakan Asaat adalah sebuah program ekonomi pemerintah Indonesia tahun 1950an yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pengusaha pribumi. Gerakan Asaat memberikan perlindungan khusus bagi warga negara Indonesia Asli dalam segala aktivitas usaha di bidang perekonomian dari persaingan dengan pengusaha asing pad aumumnya dan warga keturuan Cina pada khususnya.


Dukungan dari pemerintah terhadap gerakan ini terlihat dari pernyataan yang dikeluarkan pemerintah pada Oktober 1956 bahwa pemerintah akan memberikan lisensi khusus pada pengusaha pribumi. Ternyata kebijakan pemerintah ini memunculkan reaksi negatif yaitu muncul golongan yang membenci kalangan Cina. Bahkan reaksi ini sampai menimbulkan permusuhan dan pengrusakan terhadap toko-toko dan harta benda milik masyarakat Cina serta munculnya perkelahian antara masyarakat Cina dan masyarakat pribumi.

Sumber
BSE Kemendikbud Sejarah Indonesia Kelas XII SMA.

Sumber gambar : www.kaskus.co.id