Skip to main content

Faktor Pendorong Jepang Menjadi Negara Imperialis

Mungkin sahabat pernah bertanya-tanya mengapa jepang bisa menjadi negara imperialis? Padahal berdasarkan sejarah sendiri, jepang pernah melakukan politik isolasi yang secara logika membuat mereka menjadi negara yang lemah dan terbelakang dari kehidupan internasional. Apakah karena faktor sejarah? Atau justru ada faktor lain? Berikut faktor yang melatarbelakangi/pendorong jepang menjadi negara imperialis.


Terjadinya Kelaparan di Negeri Jepang

Semenjak jepang mulai kembali keluar ke dunia internasional dengan menghapuskan politik isolasi oleh Kaisar Meiji yang kita kenal dengan Restorasi Meiji, jepang sangat banyak belajar dari kemajuan negara amerika serikat yang merupakan negara yang membantu penghapusan politik isolasi. Dengan adanya semangat jepang untuk bisa memperoleh kemajuan seperti Amerika Serikat, jepang banyak meniru amerika di berbagai bidang, termasuk dalam bidang industri. Dengan semangat yang kuat, secara perlahan jepang bisa menjadi negara industri seperti amerika.

Waktu terus berjalan, kehidupan industri jepang berkembang dengan sangat pesat yang membuat banyaknya lokasi hijau diubah menjadi lokasi industri, sementara wilayah jepang terbilang sempit. Hal ini menyebabkan mereka mengalami krisis pangan dikarenakan hilangnya sebagian besar lahan produksi pangan. Akhirnya terjadilah bahaya kelaparan yang menjangkit seluruh wilayah jepang.

Di sisi lain, korea, negara tetangga jepang merupakan negara yang subur dengan sumber pangan yang melimpah. Dengan adanya bahaya kelaparan yang terjadi, jepang melakukan sejumlah impor bahan pangan dari negara korea. Namun, pastinya tidaklah mungkin suatu negara melakukan impor dalam jumlah besar secara terus menerus dikarenakan akan membuat kerugian bagi negara. Akhirnya terbesitlah pikiran jepang untuk bisa menguasai korea dengan menjadi negara imperialis agar warga negara mereka tidak lagi terkena bahaya kelaparan.

Jepang Butuh Lahan Pasar dan Lahan Penanaman Modal

Dikarenakan jepang merupakan negara industri. Tentu mereka butuh lahan pasar untuk memasarkan hasil produksinya. Jika mereka hanya memasarkan kepada warga mereka sendiri, apa gunanya menjadikan negara sebagai negara industri?

Di samping itu, kita semua tahu bahwa negeri china merupakan salah satu negeri dengan penduduk yang sangat banyak. Hal ini sangat cocok sekali apabila jepang melakukan pemasaran terhadap penduduk jepang. Dan oleh sebab itulah jepang berfikir bahwa jika mereka melakukan imperialisasi terhadap negeri jepang, mungkin saja mereka bisa memasarkan lebih hasil produksinya.

Namun tak hanya sampai disitu, jepang pun terfikirkan akan jauhnya lokasi antara jepang dan china. Hal ini membuat adanya fikiran bahwa dengan mereka melakukan imperialisasi, mereka pun bisa turut menanamkan modal industri di negara tersebut.

Produk Jepang Terhalang Oleh Kuota Impor

Saat-saat terbaik bagi jepang adalah dimana produk mereka dengan bebasnya bisa berkuasa di berbagai negara di dunia tanpa adanya pesaing. Mengapa bisa begitu? Mereka menekan harga jual di negeri lain dengan menaikkan tarif produk bagi negeri sendiri, atau yang biasa kita dengan dengan istilah politik dumping. Memang di awal waktu, taktik ini sempat berjaya dan berhasil. Namun, dengan tersadarnya para negara menjadi lahan pasar jepang, taktik ini menjadi luluh lantah, dan produk jepang tidak laku terjual. Para negara pasar menyadari bahwa dengan masuknya produk jepang yang notabenenya merupakan produk yang sangat murah meriah, banyak produsen dalam negeri yang bangkrut. Sehingga kekayaan negara mengalami penurunan.

Dengan adanya pembatasan produk-produk jepang oleh negara pasar, negara jepang mulai meyakini bahwa menjadi negara imperialis adalah pilihan tepat untuk memasarkan produk mereka.

Pekerja Jepang Terbengkalai di Negeri Orang

Tak hanya produk jepang yang mengalami pembatasan, para pekerja jepang yang berkualitas namun bisa dibayar murah juga membuat masalah di negeri pasar. Banyak para pekerja lokal yang menganggur akibat masuknya pekerja jepang yang handal namun murah. Maka dilakukanlah proses penyeleksian ketat terlebih dahulu bagi para pekerja jepang yang hendak bekerja di negerinya. Hal ini memang efekti dilakukan. Namun secara langsung, hal ini membuat banyak pekerja jepang yang tebengkalai dan terlantar di negeri orang karena tidak mendapat pekerjaan.

Keadaan ini sangat disayangkan oleh kaisar jepang, hingga kaisar terbersit untuk mengubah negaranya menjadi negara imperialis agar para pekerja japang dapat bekerja layak dan tidak terbengkalai di negeri orang.

Adanya ajaran Hakko I Chiu

Mayoritas penduduk jepang beragama shinto yang merupakan agama asli jepang. Dalam agama tersebut, ada sebuah ajaran yang membuat mereka terbersit untuk menjadi negara imperialis. Yakni adanya ajaran Hakko I Chiu dimana dalam ajaran tersebut, mereka meyakini bahwa seluruh bangsa di dunia ini adalah keluarga dengan jepang sebagai kepala keluarganya. Ajaran ini membuat niatan jepang dan tekad jepang menjadi negara imperialis sangat kuat.

Sumber

Proses pembelajaran Mata Pelajaran Sejarah Indonesia SMA Negeri 1 Margahayu.

Sumber gambar : donipengalaman9.wordpress.com

Comments

  1. Alhamdulillah terima kasih sangat bermanfaat sekali

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sejarah Kerajaan Gowa, Kerajaan Gowa-Tallo, Hingga Kesultanan Makassar

Sebelum Islam datang, Kerajaan Gowa telah berdiri dengan Tomanurung sebagai raja pertama. Namun, tak banyak catatan sejarah yang menyebutkan perjalanan kerajaan tersebut.

Kapan tepatnya berdiri kerajaan pun tak ada data sejarah yang mengabarkan. Menurut Prof Ahmad M Sewang dalam Islamisasi Kerajaan Gowa: Abad XVI Sampai Abad XVII, Kerajaan Gowa diperkirakan berdiri pada abad ke-14.

Sebelum kerajaan tersebut berdiri, kawasannya sudah dikenal dengan nama Makassar dan masyarakatnya disebut dengan suku Makassar. Wilayah ini pun pernah menjadi bagian kekuasaan Majapahit.

Gowa dan Tallo pra-Islam merupakan kerajaan kembar milik dua bersaudara. Berawal di pertengahan abad ke-16, pada masa pemerintahan Gowa IV Tonatangka Lopi, ia membagi wilayah Kerajaan menjadi dua bagian untuk dua putranya, Batara Gowa dan Karaeng Loe ri Sero. Hal ini dikarenakan kedua putranya sama-sama ingin berkuasa.

Batara Gowa melanjutkan kekuasaan sang ayah yang meninggal dunia dengan memimpin Kerajaan Gowa sebagai R…

Sudut Pandang Pada Teks Cerpen

Sudut pandang atau pusat pengisahan merupakan unsur cerita yang berkaitan dengan bagaimana peran seorang pengarang (narator) dalam menyampaikan ceritanya. Sudut pandang dalam teks narasi (teks cerpen termasuk teks narasi) terdiri atas sudut pandang orang pertama dan orang ketiga.


Sudut Pandang Orang Pertama Sudut pandang orang pertama memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1 | Menggunakan kata ganti orang pertama. Contohnya aku, saya, atau kami.
2 | Pengarang tampil menyampaikan kisah yang dialami sendiri. Contohnya: "Selama berada di Jakarta, kami mendapat pengalaman yang sangat menyenangkan...."

Sudut pandang orang pertama dibagi menjadi dua jenis: orang pertama sebagai pelaku utama dan orang pertama sebagai pengamat

Orang Pertama sebagai Pelaku Utama
Pada jenis ini, pengarang terlibat langsung dalam menyampaikan kisahnya dan berperan langsung sebagai tokoh utama. Dengan kata lain, orang pertama mengisahkan dirinya sendiri.

Contoh teks :
Aku mulai mempersiapkan perkawinanku. B…

Gangguan, Kelainan, dan Penyakit Pada Sistem Pernapasan Manusia

Manusia bukanlah makhluk yang selalu sempurnya di setiap sisinya. Kadangkala manusia terserang gangguan, kelainan, dan penyakit pada tubuhnya akibat dari perilaku yang mereka lakukan sendiri atau bahkan karena gangguan dari makhluk lain dan lingkungannya. Ada banyak sekali gangguan, kelainan, dan penyakit yang bisa saja menyerang manusia. Berikut ini adalah gangguan, kelainan, dan penyakit yang berkaitan dengan pernapasan pada manusia.


Tuberkulosis (TBC) | TBC adalah penyakit hasil infeksi oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang penularannya terjadi melalui udara. Proses infeksinya yakni, bakteri masuk dan terkumpul di dalam paru-paru, kemudian menyebar melalui pembuluh darah, menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti paru-paru, otak, ginjal, tulang, saluran pencernaan, dan kelenjar getah bening, kemudian pada paru-paru terbentuk tuberkel (koloni bakteri yang dorman/istirahat), selanjutnya jika kekebalan tubuh kurang baik, tuberkel akan bertambah banyak dan membentuk ruangan …