Skip to main content

Struktur dan Kaidah Teks Cerpen

Cerita Pendek atau yang biasa kita sebut dengan cerpen, adalah karangan prosa yang pendek. Mengapa dikatakan pendek? Hal itu dikarenakan cerpen hanya memiliki satu masalah pada jalan ceritanya. Satu masalah pada jalan cerita cerpen dimaksudkan sebagai satu bagian kehidupan tokoh, alias tidak mengalami perubahan nasib, serta hanya menampilkan perwatakan tokoh secara sekilas.

Secara umum, cerpen menggunakan alur rapat, yakni alur yang membuat cerita cepat selesai karena tidak ada alur bercabang atau menyimpang (degresi), dan latar pun tidak berpidah. Hal inilah yang membuat cerpen akan dapat selesai dalam sekali baca.


Struktur Teks Cerpen

Menurut Sobandi, dalam buku Mengasah Kemampuan Diri Kelas XI, Penerbit Erlangga, Struktur cerpen terbagi menjadi tiga bagian yaitu tokoh, alur, dan latar.

Tokoh | Tokoh adalah pelaku yang memiliki tugas menyampaikan cerita. Cerpen sendiri hanya menggunakan manusia sebagai tokoh. Itulah salah satu ciri yang membedakan cerpen dengan bentuk prosa lainnya. Jumlah tokoh cerpen tidak terlalu banyak, biasanya hanya dua sampai tiga orang tokok yang dominan dalam cerita. Perwatakannya pun hanya digambarkan secara sekilas, tidak digambarkan secara detail. Unsur yang paling penting/esensial adalah tokoh dalam cerpen tidak mengalami perubahan nasib.

Alur | Alur atau plot adalah jalan cerita. Secara bahasa dapat didefinisikan sebagai rangkaian peristiwa atau urutan bagian-bagian dalam keseluruhan cerita. Secara umum alur dapat dibagi menjadi dua, alur maju dan alur mundur.

Alur maju adalah alur yang membuat cerita tersusun dari peristiwa awal, kemudian diikuti periwtiwa-peristiwa selanjutnya, dan diakhiri dengan penyelesaian.

Alur mundur adalah alur yang membuat cerita tersusun dari peristiwa yang merupakan puncak konflik, kemudian bergerak menuju titik awal. Beberapa penulis menyebutkan bahwa alur mundur disebut juga alur sorot balik atau flashback. Namun, cerpen sendiri pada umumnya menggunakan alur maju sebagai pembangunnya.

Secara garis besar, alur cerpen terbagi menjadi beberapa bagian: pendahuluan, perkembangan, dan akhir. Secara lebih rinci, alur cerpen terbagi menjadi 6 bagian.

Baca : Pembagian Alur Cerpen

Latar | Latar adalah segala keterangan yang berhubungan dengan waktu, tempat, dan suasana yang tergambar ketika cerita/peristiwa berlangsung. Latar sendiri berfungsi sebagai pemberi kesan pada cerita sehingga cerita akan lebih hidup dan lebih mengandung unsur psikologis.

Kaidah Teks Cerpen

Selain dibangun oleh struktur yang sesuai, cerpen pun diwajibkan memiliki kandungan kaidah teks yang sesuai. Apa saja kaidah yang harus ada pada teks cerpen?

Tema Cerpen Mengisahkan Satu Fase Kehidupan | Tema adalah pokok cerita yang dijadikan dasar oleh pengarang untuk bisa dikembangkan menjadi sebuah cerita yang utuh. Cerpen menggunakan tema cerita yang berkaitan dengan kehidupan tokoh yang terbatas. Artinya, cerpen hanya mengisahkan satu fase kehidupan tokoh, misalnya fase kehidupan remaja atau fase kehidupan dewasa. Tema sendiri dapat tergambarkan oleh apa yang difikirkan tokoh, dibicarakan tokoh, atau dipertentangkan tokoh.

Tokoh, Alur, dan Latar Yang Terbatas | Cerpen menggunakan tokoh, alur, dan latar yang terbatas. Artinya jumlah tokohnya tidak banyak, alurnya hanya menggunakan alur maju dengan durasi yang rapat, dan latar cerita hanya ada dalam satu tempat kejadian.

Sumber

Disarikan dari buku Sobandi, Mengasah Kemampuan Diri, Tahun 2014, Penerbit Erlangga.

Sumber gambar : www.goodreads.com

Hak cipta karya sepenuhnya ada pada penulis dan penerbit bersangkutan. Disini hanya sebatas mendokumentasikan dan mendiskusikan dengan harapan dapat menjadi input berharga bagi pihak-pihak terkait.

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Kerajaan Gowa, Kerajaan Gowa-Tallo, Hingga Kesultanan Makassar

Sebelum Islam datang, Kerajaan Gowa telah berdiri dengan Tomanurung sebagai raja pertama. Namun, tak banyak catatan sejarah yang menyebutkan perjalanan kerajaan tersebut.

Kapan tepatnya berdiri kerajaan pun tak ada data sejarah yang mengabarkan. Menurut Prof Ahmad M Sewang dalam Islamisasi Kerajaan Gowa: Abad XVI Sampai Abad XVII, Kerajaan Gowa diperkirakan berdiri pada abad ke-14.

Sebelum kerajaan tersebut berdiri, kawasannya sudah dikenal dengan nama Makassar dan masyarakatnya disebut dengan suku Makassar. Wilayah ini pun pernah menjadi bagian kekuasaan Majapahit.

Gowa dan Tallo pra-Islam merupakan kerajaan kembar milik dua bersaudara. Berawal di pertengahan abad ke-16, pada masa pemerintahan Gowa IV Tonatangka Lopi, ia membagi wilayah Kerajaan menjadi dua bagian untuk dua putranya, Batara Gowa dan Karaeng Loe ri Sero. Hal ini dikarenakan kedua putranya sama-sama ingin berkuasa.

Batara Gowa melanjutkan kekuasaan sang ayah yang meninggal dunia dengan memimpin Kerajaan Gowa sebagai R…

4 Partai Pemenang Pemilu Pertama Indonesia 1955

Pemilu pertama Indonesia pada tahun 1955 memunculkan 4 partai besar pemenang. Empat partai tersebut adalah Partai Nasionalis Indonesia (PNI), Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), Nahdatul Ulama, dan Partai Komunis Indonesia (PKI).


Adapun perolehan kursi hasil pemilihan umum pertama 1955 adalah sebagai berikut.

PEMILU UNTUK ANGGOTA DPR (29 SEPTEMBER 1955)

Partai Nasionalis Indonesia (PNI) : 57 kursi
Partai Masyumi : 57 kursi
Partai Nahdatul Ulama : 45 kursi
Partai Komunis Indonesia (PKI) : 39 kursi

PEMILU UNTUK KONSTITUANTE (15 DESEMBER 1955)

Partai Nasionalis Indonesia (PNI) : 119 kursi
Partai Masyumi : 112 kursi
Partai Nahdatul Ulama : 91 kursi
Partai Komunis Indonesia (PKI) : 80 kursi

Sumber
BSE Kemendikbud Sejarah Indonesia Kelas XII SMA.

Sumber gambar : saga-sigi.blogspot.com

Program Ekonomi Gerakan Asaat

Apa yang dimaksud dengan Gerakan Asaat?

Gerakan Asaat adalah sebuah program ekonomi pemerintah Indonesia tahun 1950an yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pengusaha pribumi. Gerakan Asaat memberikan perlindungan khusus bagi warga negara Indonesia Asli dalam segala aktivitas usaha di bidang perekonomian dari persaingan dengan pengusaha asing pad aumumnya dan warga keturuan Cina pada khususnya.


Dukungan dari pemerintah terhadap gerakan ini terlihat dari pernyataan yang dikeluarkan pemerintah pada Oktober 1956 bahwa pemerintah akan memberikan lisensi khusus pada pengusaha pribumi. Ternyata kebijakan pemerintah ini memunculkan reaksi negatif yaitu muncul golongan yang membenci kalangan Cina. Bahkan reaksi ini sampai menimbulkan permusuhan dan pengrusakan terhadap toko-toko dan harta benda milik masyarakat Cina serta munculnya perkelahian antara masyarakat Cina dan masyarakat pribumi.

Sumber
BSE Kemendikbud Sejarah Indonesia Kelas XII SMA.

Sumber gambar : www.kaskus.co.id