Perjanjian Internasional Berkaitan Dengan Ancaman Penipisan Lapisan Ozon

Tags

Pada tahun 1986 ditemukan lubang besar ozon di Antartika dan lubang ozon kecil ditemukan pula di atas kutub utara. Penipisan lapisan ozon ini adalah penggunaan CFC secara besar untuk keperluan industri. Hal ini membuat masyarakan dunia khawatir dan mulai resah akan kelanjutan hidup manusia kedepannya. Akhirnya pada tahun 1986, dalam pertemuan internasional di Montreal dihasilkanlah suatu perjanjian dimana seluruh negara industri di dunia setuju membatasi produksi CFC. Di sisi lain, seluruh negara industri setuju untuk berusaha mencari bahan pengganti CFC yang tidak memiliki sisi bahanya. Dan pada akhirnya, CFC dilarang untuk di produksi.

Kebijakan ini berdampak pada dunia industri dimana para perusahaan yang bergerak di bidang kimia mulai melakukan penelitian atas pengganti bahan CFC ini. Pada tahun 1992, penggunaan CFC berhasil dikurangi secara cepat. Dan pada tahun 1996, penggunakan CFC dijadwalkan untuk dihilangkan.

Berdasarkan penelitian, jika penggunaan CFC berhasil dihilangkan pada tahun 1996, maka hitungan menunjukan bahwa pulihnya lapisan ozon baru bisa dirasakan paling cepat pada abad dua puluh satu.


Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Lingkungan Hidup telah menerbitkan berbagai peraturan terkait larangan memproduksi dan memeperdagangkan bahan perusak lapisan ozon seperti Freon (nama pasar CFC). Pelarangan ini mulai berjalan pada akhir tahun 2013. Meski begitu tak jarang juga kita temukan pihak yang melanggar.

Sumber

Disarikan dari buku Marthen Kanginan, Fisika SMA/MA Kelas XI, Tahun 2014, Penerbit Erlangga.

Sumber gambar : meyerair.com

Hak cipta karya sepenuhnya ada pada penulis dan penerbit bersangkutan. Disini hanya sebatas mendokumentasikan dan mendiskusikan dengan harapan dapat menjadi input berharga bagi pihak-pihak terkait.


EmoticonEmoticon