Ketik sesuatu lalu tekan enter

author photo
By On
Cerpen memiliki dua unsur pembentuk, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik cerpen meliputi penokohan, alur, latar, tema, dan amanat. Sedangkan unsur ekstrinsik cerpen meliputi latar belakang pengarang, sosial, budaya, agama, dan situasi kemasyarakatan.

Sebuah karya sastra diciptakan bukan tanpa tujuan. Karya sastra diciptakan untuk menyampaikan pikiran, keluhan, harapan, pendapat atau pesan penulis. Cerpen sendiri dibuat dengan memiliki tujuan pula. Cerpen mengandung nilai-nilai kehidupan yang pastinya sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, seperti nilai moral, nilai sosial, dan nilai budaya.


Nilai Moral

Nilai moral adalah nilai-nilai yang berhubungan dengan segala perbuatan/perilaku tokoh yang dapat pembaca pelajari untuk diambil manfaatnya. Misalnya berupa etika, budi pekerti, perbuatan baik, dan perbuatan buruk.

Nilai Sosial

Nilai sosial adalah nilai-nilai yang berhubungan dengan norma dalam kehidupan bermasyarakat. Secara tidak langsung nilai sosial ini merupakan kelanjutan dari nilai moral yang teraplikasikan pada hubungan dengan masyarakat. Misalnya suka menolong atau saling membantu.

Nilai Budaya

Nilai budaya adalah nilai-nilai yang berhubungan dengan adat istiadat atau kebiasaan masyarakat yang bernilai tinggi. Misalnya perjodohan dan aktivitas adat lainnya.

Nilai Keagamaan

Nilai keagamaan adalah nilai-nilai yang berhubungan dengan kegiatan peribadatan, kepercayaan, atau aktivitas lainnya yang berhubungan dengan unsur ketuhanan. Misalnya beribadah dan menjunjung tinggi ajaran agama.

Sumber

Disarikan dari buku Sobandi, Mengasah Kemampuan Diri, Tahun 2014, Penerbit Erlangga.

Sumber gambar : www.philosophymatters.org

Hak cipta karya sepenuhnya ada pada penulis dan penerbit bersangkutan. Disini hanya sebatas mendokumentasikan dan mendiskusikan dengan harapan dapat menjadi input berharga bagi pihak-pihak terkait.

Klik untuk mengomentari