Skip to main content

Laporan Praktikum Eksperimen Melde - Hubungan Cepat Rambat dengan Tegangan Tali Pada Dawai

Hukum Melde mempelajari tentang besaran-besaran yang mempengaruhi cepat rambat gelombang transversal pada tali. Melalui percobaannya, Melde menemukan bahwa cepat rambat gelombang pada dawai sebanding dengan akar gaya tegangan tali dan berbanding terbalik dengan akar massa persatuan panjang dawai.

Apabila vibrator dihidupkan maka tali akan bergetar sehingga pada tali akan merambat gelombang transversal. Kemudian vibrator digeser menjauhi atau mendekati katrol secara perlahan-lahan sehingga pada tali timbul gelombang stasioner.

Setelah terbentuk gelombang stasioner, kita dapat mengukur panjang gelombang yang terjadi (Orang yang pertama kali melakukan percobaan mengukur cepat rambat gelombang adalah Melde, sehingga percobaan seperti di atas dikenal dengan sebutan Percobaan Melde).

Kegiatan praktikum ini mengharapkan peserta mampu menjelaskan dan memahami apa yang dimaksud dengan gelombang stasioner serta mampu mengukur panjang gelombang dan menentukan cepat rambat gelombang pada tali.

Disamping itu, sehubungan telah dilaksanakannya kegiatan praktikum mengenai Eksperimen Melde sebagai kegiatan pembelajaran Mata Pelajaran Fisika Kelas XI Tahun Pelajaran 2015-2016 yang bertempat di Kampus SMA Negeri 1 Margahayu, maka dirasa penting untuk melaporkan hasil kegiatan praktikum tersebut sebagai bahan kajian dan bahan pembelajaran.


RUMUSAN MASALAH

1 | Bagaimana proses kerja eksperimen melde?

2 | Bagaimana hubungan antara cepat rambat gelombang transversal dengan tegangan tali pada dawai?

3 | Bagaimana hubungan antara cepat rambat gelombang stasioner dengan nilai massa dawai per satuan panjang?

TUJUAN

Tujuan dari diadakannya kegiatan praktikum titrasi asam basa adalah :

1 | Peserta dapat memahami konsep kerja eksperimen Melde.

2 | Peserta dapat mempelajari dan menerapkan eksperimen melde untuk mengetahui hubungan antara cepat rambat gelombang transversal dengan tegangan tali pada dawai.

3 | Peserta dapat mempelajari dan menerapkan eksperimen melde untuk mengetahui hubungan antara cepat rambat gelombang stasioner dengan nilai massa dawai per satuan panjang.

Tujuan dari dibuatnya laporan hasil praktikum titrasi asam basa ini adalah :

1 | Melaporkan hasil praktikum eksperimen melde.

2 | Sebagai bahan kajian pembelajaran mengenai eksperimen melde di lain waktu.

3 | Sebagai media pembelajaran mengenai eksperimen melde.

TINJAUAN PUSTAKA

Gelombang adalah getaran yang merambat. Di dalam perambatannya tidak diikuti oleh berpindahnya partikel-partikel perantaranya. Pada hakekatnya, gelombang merupakan rambatan energi(energi getaran).Gelombang dibedakan menjadi dua jenis menurut mediumnya.Yaitu gelombang elektromagnetik yang merambat tanpa melalui mediumatau perantara. Contoh gelombang elektromagnetik adalah gelombang cahaya dan gelombang bunyi. Sedangkan gelombang yang merambat melalui suatu medium atau perantara yaitu gelombang mekanik. Terdapat dua jenis gelombang mekanik, berdasarkan arah gerakan partikel terhadap arah perambatan gelombang, yaitu :

Gelombang longitudinal adalah gelombang yang arah perambatannya searah dengan arah getaran partikelnya. Contoh gelombang longitudinal adalah gelombang pada pegas.

Gelombang transversal adalah gelombang yang arah perambatannya tegak lurus dengan arah getaran partikelnya.Contoh gelombang transversal adalah gelombang pada tali.

Gelombang stasioner biasa juga disebut gelombang tegak,gelombang berdiri atau gelombang diam, karena terbentuk dari perpaduan atau interferensi dua buah gelombang yang mempunyai amplitudo dan frekuensi yang sama, tapi arah rambatnya berlawanan. Amplitudo pada gelombang stasioner tidak konstan, besarnya amplitudo pada setiap titik sepanjang gelombang tidak sama. Pada simpul amplitudo nol, dan pada perut gelombang amplitudo maksimum.

Periode gelombang (T) adalah waktu yang diperlukan oleh gelombang untuk menempuh satu panjang gelombang penuh. Panjang gelombang (λ) adalah jarak yang ditempuh dalam waktu satu periode.

Frekuensi gelombang adalah banyaknya gelombang yang terjadi tiap satuan waktu. Cepat rambat gelombang (v) adalah jarak yang ditempuh gelombang tiap satuan waktu. Secara umum, cepat rambat gelombang dapat dirumuskan sebagai berikut :

v   =  λ  f

Dimana :
v = cepat rambat gelombang (m/s)
λ = panjang gelombang (m)
f = frekuensi (Hz)

HUKUM MELDE

Bila seutas tali dengan tegangan tertentu digetarkan secara terus menerus maka akan terlihat suatu bentuk gelombang yang arah getarnya tegak lurus dengan arah rambat gelombang. Gelombang ini dinamakan gelombang transversal. Jika kedua ujungnya tertutup, gelombang pada tali itu akan terpantul-pantul dan dapat menghasilkan gelombang stasioner yang tampak berupa simpul dan perut gelombang.Dari gambar di atas diketahui bahwa amplitudo adalah jarak antara perut gelombang dengan arah cepat rambatnya. Sedangkan panjang gelombang adalah jarak satu perut dan satu lembah yang terdiri dari tiga simpul.Melde merumuskan bahwa :


Dimana :
v = cepat rambat gelombang (m/s)
F = gaya ketegangan tali (N)
μ = rapat massa linier tali (massa tali/panjang tali) (kg/m)

KEGIATAN PRAKTIKUM

Kegiatan praktikum titrasi asam basa ini telah dilakukan pada :
Hari, tanggal : - (Semester Genap)
Waktu : Jam Mata Pelajaran Fisika
Tempat : Kampus SMA Negeri 1 Margahayu.

Dengan peserta pelaku praktikum merupakan anggota Kelompok Belajar VIII yaitu :
1) Ahmad Fauzan
2) Annisa Nurazelina
3) Aria Wardana
4) Muhammad Fadillah Arsa
5) Nada Azhar

METODOLOGI

1 | Alat dan Bahan

1) Vibrator
2) Sumber Tegangan
3) Katrol
4) Papan/Meja
5) Tali
6) Beban
7) Timbangan/Neraca
8) Mistar

2 | Cara Kerja


Percobaan Variasi Massa Beban
1)    Mengukur panjang dan massa tali serta menimbang massa beban yang dipakai.
2)    Merangkai alat seperti pada gambar.
3)    Mencatat frekuensi yang dipakai dan menghidupkan vibrator dengan sumber tegangan.
4)    Mengukur panjang gelombang yang terjadi dengan mistar dan mencatat data yang diperoleh.
5)    Mengulangi langkah 2 s.d. 4 dengan memvariasikan beban.

Percobaan Variasi Jenis Tali
1)    Mengukur panjang dan massa tali serta menimbang massa beban yang dipakai.
2)    Merangkai alat seperti pada gambar.
3)    Mencatat frekuensi yang dipakai dan menghidupkan vibrator dengan sumber tegangan.
4)    Mengukur panjang gelombang yang terjadi dengan mistar dan mencatat data yang diperoleh.
5)    Mengulangi langkah 2 s.d. 4 dengan memvariasikan jenis tali.

HASIL PENGAMATAN





Keterangan :
M = Massa Beban
m = Massa Tali

PEMBAHASAN

Bagaimana hubungan antara besaran gaya tegangan dawai dengan besaran cepat rambat gelombang transversal?

Cepat rambat gelombang dalam tali, kawat, dawai berbanding senilai dengan akar gaya tegangan kawat, tali dawai tersebut.

Bagaimana hubungan antara cepat rambat gelombang stasioner dengan nilai massa dawai per satuan panjang?

Cepat rambat gelombang berbanding balik nilai akar kuadrat massa kawat, asalkan panjangnya tetap.

Dapat disimpulkan bahwa cepat rambat gelombang sebanding dengan gaya tegangan dawai dan berbanding terbalik dengan massa per satuan panjang dawai. Jadi jika dawai semakin tegang maka gelombang semakin cepat, dan jika massa dawai semakin besar maka gelombang semakin pelan.

KESIMPULAN

Cepat rambat gelombang pada dawai sebanding dengan akar gaya tegangan tali dan berbanding terbalik dengan akar massa persatuan panjang dawai. Apabila vibrator dihidupkan maka tali akan bergetar sehingga pada tali akan merambat gelombang transversal. Kemudian vibrator digeser menjauhi atau mendekati katrol secara perlahan-lahan sehingga pada tali timbul gelombang stasioner. Setelah terbentuk gelombang stasioner, kita dapat mengukur panjang gelombang yang terjadi.

Dan dengan percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa cepat rambat gelombang sebanding dengan gaya tegangan dawai dan berbanding terbalik dengan massa per satuan panjang dawai. Jadi jika dawai semakin tegang maka gelombang semakin cepat, dan jika massa dawai semakin besar maka gelombang semakin pelan.

SARAN

Dalam melakukan praktikum, sebaiknya peserta menggunakan peralatan yang telah sesuai dengan standar, serta dalam kondisi baik. Hal ini diperuntukan agar hasil eksperimen melde yang peserta lakukan akan sesuai dengan hasil eksperimen melde yang melde lakukan. Selain itu, diperlukan pula ketelitian yang tinggi agar hasil yang diperoleh dapat maksimal.

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Kerajaan Gowa, Kerajaan Gowa-Tallo, Hingga Kesultanan Makassar

Sebelum Islam datang, Kerajaan Gowa telah berdiri dengan Tomanurung sebagai raja pertama. Namun, tak banyak catatan sejarah yang menyebutkan perjalanan kerajaan tersebut.

Kapan tepatnya berdiri kerajaan pun tak ada data sejarah yang mengabarkan. Menurut Prof Ahmad M Sewang dalam Islamisasi Kerajaan Gowa: Abad XVI Sampai Abad XVII, Kerajaan Gowa diperkirakan berdiri pada abad ke-14.

Sebelum kerajaan tersebut berdiri, kawasannya sudah dikenal dengan nama Makassar dan masyarakatnya disebut dengan suku Makassar. Wilayah ini pun pernah menjadi bagian kekuasaan Majapahit.

Gowa dan Tallo pra-Islam merupakan kerajaan kembar milik dua bersaudara. Berawal di pertengahan abad ke-16, pada masa pemerintahan Gowa IV Tonatangka Lopi, ia membagi wilayah Kerajaan menjadi dua bagian untuk dua putranya, Batara Gowa dan Karaeng Loe ri Sero. Hal ini dikarenakan kedua putranya sama-sama ingin berkuasa.

Batara Gowa melanjutkan kekuasaan sang ayah yang meninggal dunia dengan memimpin Kerajaan Gowa sebagai R…

4 Partai Pemenang Pemilu Pertama Indonesia 1955

Pemilu pertama Indonesia pada tahun 1955 memunculkan 4 partai besar pemenang. Empat partai tersebut adalah Partai Nasionalis Indonesia (PNI), Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), Nahdatul Ulama, dan Partai Komunis Indonesia (PKI).


Adapun perolehan kursi hasil pemilihan umum pertama 1955 adalah sebagai berikut.

PEMILU UNTUK ANGGOTA DPR (29 SEPTEMBER 1955)

Partai Nasionalis Indonesia (PNI) : 57 kursi
Partai Masyumi : 57 kursi
Partai Nahdatul Ulama : 45 kursi
Partai Komunis Indonesia (PKI) : 39 kursi

PEMILU UNTUK KONSTITUANTE (15 DESEMBER 1955)

Partai Nasionalis Indonesia (PNI) : 119 kursi
Partai Masyumi : 112 kursi
Partai Nahdatul Ulama : 91 kursi
Partai Komunis Indonesia (PKI) : 80 kursi

Sumber
BSE Kemendikbud Sejarah Indonesia Kelas XII SMA.

Sumber gambar : saga-sigi.blogspot.com

Program Ekonomi Gerakan Asaat

Apa yang dimaksud dengan Gerakan Asaat?

Gerakan Asaat adalah sebuah program ekonomi pemerintah Indonesia tahun 1950an yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pengusaha pribumi. Gerakan Asaat memberikan perlindungan khusus bagi warga negara Indonesia Asli dalam segala aktivitas usaha di bidang perekonomian dari persaingan dengan pengusaha asing pad aumumnya dan warga keturuan Cina pada khususnya.


Dukungan dari pemerintah terhadap gerakan ini terlihat dari pernyataan yang dikeluarkan pemerintah pada Oktober 1956 bahwa pemerintah akan memberikan lisensi khusus pada pengusaha pribumi. Ternyata kebijakan pemerintah ini memunculkan reaksi negatif yaitu muncul golongan yang membenci kalangan Cina. Bahkan reaksi ini sampai menimbulkan permusuhan dan pengrusakan terhadap toko-toko dan harta benda milik masyarakat Cina serta munculnya perkelahian antara masyarakat Cina dan masyarakat pribumi.

Sumber
BSE Kemendikbud Sejarah Indonesia Kelas XII SMA.

Sumber gambar : www.kaskus.co.id