Skip to main content

Konflik Pada Teks Cerpen

Sebuah cerita pendek dapat dikatakan sangat menarik apabalia konflik yang membangunnya menarik perhatian pembaca sehingga pembaca menjadi penasaran untuk membacanya hingga selesai. Konflik sendiri merupakan usur esensial/paling penting dalam sebuah cerita. Bayangkan saja jika sebuah cerita tidak mempunyai konflik? Apakah cerita itu dapat dikatakan cerita yang menarik? Artinya, tanpa adanya konflik, sebuah cerpen akan terasa hambar karena tidak menarik untuk dibaca.

Konflik adalah pertikaian atau pertentangan antara dua karakter tokoh yang berbeda. Kita sudah mengetahui bahwa dalam suatu cerita ada yang dinamakan karekter protagonis dan karakter antagonis yang masing-masing mempunyai ide tersendiri. Perbedaan karakter inilah yang biasanya memunculkan konflik.

Konflik dibagi menjadi tiga macam, yaitu konflik antar pelaku dengan alam, konflik antar pelaku, dan konflik dengan dirinya sendiri.


Konflik dengan Alam

Konflik dengan alam maksudnya adalah konflik yang terjadi ketika tokoh cerita menghadapi dan mengatasi masalah yang disebabkan oleh lingkungan atau alam. Misalnya saja, tokoh berusaha mengatasi wabah penyakit di kampungnya seperti malaria dan DBD.

Konflik Sesama Tokoh / Konflik Antar Tokoh

Konflik sesama tokoh adalah konflik yang timbul akibat adanya pertentangan antar tokoh (tokoh yang satu dengan tokoh yang lainnya). Konflik semacan ini dapat berbentuk konflik fisik semisal perkelahian atau juga konflik ide semisal pertentangan pendapat.

Konflik dengan Dirinya Sendiri / Konflik Batin

Konflik batin adalah konflik yang terjadi antara tokoh dengan dirinya sendiri. Konflik ini terjadi saat di dalam batin tokoh mucul kekuatan-kekuatan yang bertentangan. Contohnya keberanian melawan ketakutan, kejujuran melawan kebohongan, dan sebagainya.

Sumber

Disarikan dari buku Sobandi, Mengasah Kemampuan Diri, Tahun 2014, Penerbit Erlangga.

Sumber gambar : dickyari31.blogspot.com

Hak cipta karya sepenuhnya ada pada penulis dan penerbit bersangkutan. Disini hanya sebatas mendokumentasikan dan mendiskusikan dengan harapan dapat menjadi input berharga bagi pihak-pihak terkait.

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Kerajaan Gowa, Kerajaan Gowa-Tallo, Hingga Kesultanan Makassar

Sebelum Islam datang, Kerajaan Gowa telah berdiri dengan Tomanurung sebagai raja pertama. Namun, tak banyak catatan sejarah yang menyebutkan perjalanan kerajaan tersebut.

Kapan tepatnya berdiri kerajaan pun tak ada data sejarah yang mengabarkan. Menurut Prof Ahmad M Sewang dalam Islamisasi Kerajaan Gowa: Abad XVI Sampai Abad XVII, Kerajaan Gowa diperkirakan berdiri pada abad ke-14.

Sebelum kerajaan tersebut berdiri, kawasannya sudah dikenal dengan nama Makassar dan masyarakatnya disebut dengan suku Makassar. Wilayah ini pun pernah menjadi bagian kekuasaan Majapahit.

Gowa dan Tallo pra-Islam merupakan kerajaan kembar milik dua bersaudara. Berawal di pertengahan abad ke-16, pada masa pemerintahan Gowa IV Tonatangka Lopi, ia membagi wilayah Kerajaan menjadi dua bagian untuk dua putranya, Batara Gowa dan Karaeng Loe ri Sero. Hal ini dikarenakan kedua putranya sama-sama ingin berkuasa.

Batara Gowa melanjutkan kekuasaan sang ayah yang meninggal dunia dengan memimpin Kerajaan Gowa sebagai R…

4 Partai Pemenang Pemilu Pertama Indonesia 1955

Pemilu pertama Indonesia pada tahun 1955 memunculkan 4 partai besar pemenang. Empat partai tersebut adalah Partai Nasionalis Indonesia (PNI), Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), Nahdatul Ulama, dan Partai Komunis Indonesia (PKI).


Adapun perolehan kursi hasil pemilihan umum pertama 1955 adalah sebagai berikut.

PEMILU UNTUK ANGGOTA DPR (29 SEPTEMBER 1955)

Partai Nasionalis Indonesia (PNI) : 57 kursi
Partai Masyumi : 57 kursi
Partai Nahdatul Ulama : 45 kursi
Partai Komunis Indonesia (PKI) : 39 kursi

PEMILU UNTUK KONSTITUANTE (15 DESEMBER 1955)

Partai Nasionalis Indonesia (PNI) : 119 kursi
Partai Masyumi : 112 kursi
Partai Nahdatul Ulama : 91 kursi
Partai Komunis Indonesia (PKI) : 80 kursi

Sumber
BSE Kemendikbud Sejarah Indonesia Kelas XII SMA.

Sumber gambar : saga-sigi.blogspot.com

Sudut Pandang Pada Teks Cerpen

Sudut pandang atau pusat pengisahan merupakan unsur cerita yang berkaitan dengan bagaimana peran seorang pengarang (narator) dalam menyampaikan ceritanya. Sudut pandang dalam teks narasi (teks cerpen termasuk teks narasi) terdiri atas sudut pandang orang pertama dan orang ketiga.


Sudut Pandang Orang Pertama Sudut pandang orang pertama memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1 | Menggunakan kata ganti orang pertama. Contohnya aku, saya, atau kami.
2 | Pengarang tampil menyampaikan kisah yang dialami sendiri. Contohnya: "Selama berada di Jakarta, kami mendapat pengalaman yang sangat menyenangkan...."

Sudut pandang orang pertama dibagi menjadi dua jenis: orang pertama sebagai pelaku utama dan orang pertama sebagai pengamat

Orang Pertama sebagai Pelaku Utama
Pada jenis ini, pengarang terlibat langsung dalam menyampaikan kisahnya dan berperan langsung sebagai tokoh utama. Dengan kata lain, orang pertama mengisahkan dirinya sendiri.

Contoh teks :
Aku mulai mempersiapkan perkawinanku. B…