Skip to main content

Kisaran Ukuran Sel

Secara umum, sebagian besar sel di muka bumi ini memiliki diameter berkisar antara 1 s.d. 100 mikrometer, dengan volume sel berkisar antara 1 s.d. mikrometer kubik. Secara khusus, sel hewan berdiameter sekitar 20 mikrometer, sel tumbuhan berdiameter sekitar 40 mikrometer, sel Amoeba sekitar 90 s.d 800 mikrometer, dan sel alga yang besar berdiameter sekitar 50 milimeter.

Ukuran-ukuran sel yang kecil seperti paparan di atas menyebabkan sel sangat sulit diamati dengan mata telanjang (diamati secara langsung). Oleh karena itu kita membutuhkan alat bantu untuk mengamatinya. Alat bantu yang populer digunakan adalah mikroskop.
 

Jenis mikroskop yang biasa kita pergunakan di laboratorium sekolah berjenis mikroskop cahaya (light microscope, LM). Pada mikroskop jenis ini, cahaya tampak (salah satu jenis radiasi cahaya) akan dilewatkan melalui spesimen hingga menembus lensa kaca. Lensa kaca kemudian membelokkan cahaya, setelah itu bayangan spesimen diperbesar dan diproyeksikan ke mata berdasarkan pengaturan mikroskop yang baik. Dengan jenis mikroskop ini, kita dapat mengamati bagian-bagian/struktur sel secara makro.

Berbeda dengan mikroskop cahaya yang hanya membuat kita bisa melihat sel secara makro. Pengamatan struktur sel tingkat subseluler atau tingkat organel yang berada di dalam sel harus diamati dengan mikroskop elektron (electron microscope, EM). Mikroskop elektron dapat memfokuskan berkas elektron melalui spesimen. Berkas elektron sendiri memiliki panjang gelombang yang jauh lebih pendek dari panjang gelombang milik cahaya tampak. Sehingga penguraian (resolusi) mikroskop elektron berkisar 0,1 nanometer atau ratusan kali lebih kecil dibandingkan dengan mikroskop cahaya. Hebat sekali bukan? Namun sayang, jenis mikroskop ini sangat jarang dimiliki oleh sekolah sehingga kita tidak bisa melakukan pengamatan secara fantastis di sekolah. Tentu karena harganya yang terbilang mahal.

Mikroskop elektron baik sekali digunakan untuk melakukan kajian terhadap spesimen sel mati, sedangkan mikroskop elektron lebih cocok untuk digunakan dalam melakukan kajian terhadap spesimen sel hidup.

Saat ini, ada dua jenis mikroskop elektron yang biasa dipergunakan yaitu:
Mikroskop eletron transmisi (transmision electron microscope, TEM). Mikroskop ini digunakan untuk mengkaji struktur ultra internal sel.
Mikroskop elektron payar (scanning electron microscope, SEM). Mikroskop ini digunakan untuk mengamati permukaan spesimen.

Referensi

Irnaningtyas, Biologi Untuk SMA/MA Kelas XI, Tahun 2013, Penerbit Erlangga.

Sumber gambar : memobee.com

Hak cipta karya sepenuhnya ada pada penulis dan penerbit bersangkutan. Disini hanya sebatas mendokumentasikan dan mendiskusikan dengan harapan dapat menjadi input berharga bagi pihak-pihak terkait.

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Kerajaan Gowa, Kerajaan Gowa-Tallo, Hingga Kesultanan Makassar

Sebelum Islam datang, Kerajaan Gowa telah berdiri dengan Tomanurung sebagai raja pertama. Namun, tak banyak catatan sejarah yang menyebutkan perjalanan kerajaan tersebut.

Kapan tepatnya berdiri kerajaan pun tak ada data sejarah yang mengabarkan. Menurut Prof Ahmad M Sewang dalam Islamisasi Kerajaan Gowa: Abad XVI Sampai Abad XVII, Kerajaan Gowa diperkirakan berdiri pada abad ke-14.

Sebelum kerajaan tersebut berdiri, kawasannya sudah dikenal dengan nama Makassar dan masyarakatnya disebut dengan suku Makassar. Wilayah ini pun pernah menjadi bagian kekuasaan Majapahit.

Gowa dan Tallo pra-Islam merupakan kerajaan kembar milik dua bersaudara. Berawal di pertengahan abad ke-16, pada masa pemerintahan Gowa IV Tonatangka Lopi, ia membagi wilayah Kerajaan menjadi dua bagian untuk dua putranya, Batara Gowa dan Karaeng Loe ri Sero. Hal ini dikarenakan kedua putranya sama-sama ingin berkuasa.

Batara Gowa melanjutkan kekuasaan sang ayah yang meninggal dunia dengan memimpin Kerajaan Gowa sebagai R…

4 Partai Pemenang Pemilu Pertama Indonesia 1955

Pemilu pertama Indonesia pada tahun 1955 memunculkan 4 partai besar pemenang. Empat partai tersebut adalah Partai Nasionalis Indonesia (PNI), Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), Nahdatul Ulama, dan Partai Komunis Indonesia (PKI).


Adapun perolehan kursi hasil pemilihan umum pertama 1955 adalah sebagai berikut.

PEMILU UNTUK ANGGOTA DPR (29 SEPTEMBER 1955)

Partai Nasionalis Indonesia (PNI) : 57 kursi
Partai Masyumi : 57 kursi
Partai Nahdatul Ulama : 45 kursi
Partai Komunis Indonesia (PKI) : 39 kursi

PEMILU UNTUK KONSTITUANTE (15 DESEMBER 1955)

Partai Nasionalis Indonesia (PNI) : 119 kursi
Partai Masyumi : 112 kursi
Partai Nahdatul Ulama : 91 kursi
Partai Komunis Indonesia (PKI) : 80 kursi

Sumber
BSE Kemendikbud Sejarah Indonesia Kelas XII SMA.

Sumber gambar : saga-sigi.blogspot.com

Program Ekonomi Gerakan Asaat

Apa yang dimaksud dengan Gerakan Asaat?

Gerakan Asaat adalah sebuah program ekonomi pemerintah Indonesia tahun 1950an yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pengusaha pribumi. Gerakan Asaat memberikan perlindungan khusus bagi warga negara Indonesia Asli dalam segala aktivitas usaha di bidang perekonomian dari persaingan dengan pengusaha asing pad aumumnya dan warga keturuan Cina pada khususnya.


Dukungan dari pemerintah terhadap gerakan ini terlihat dari pernyataan yang dikeluarkan pemerintah pada Oktober 1956 bahwa pemerintah akan memberikan lisensi khusus pada pengusaha pribumi. Ternyata kebijakan pemerintah ini memunculkan reaksi negatif yaitu muncul golongan yang membenci kalangan Cina. Bahkan reaksi ini sampai menimbulkan permusuhan dan pengrusakan terhadap toko-toko dan harta benda milik masyarakat Cina serta munculnya perkelahian antara masyarakat Cina dan masyarakat pribumi.

Sumber
BSE Kemendikbud Sejarah Indonesia Kelas XII SMA.

Sumber gambar : www.kaskus.co.id