Skip to main content

Gangguan, Kelainan, dan Penyakit Pada Sistem Pernapasan Manusia

Manusia bukanlah makhluk yang selalu sempurnya di setiap sisinya. Kadangkala manusia terserang gangguan, kelainan, dan penyakit pada tubuhnya akibat dari perilaku yang mereka lakukan sendiri atau bahkan karena gangguan dari makhluk lain dan lingkungannya. Ada banyak sekali gangguan, kelainan, dan penyakit yang bisa saja menyerang manusia. Berikut ini adalah gangguan, kelainan, dan penyakit yang berkaitan dengan pernapasan pada manusia.


Tuberkulosis (TBC) | TBC adalah penyakit hasil infeksi oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang penularannya terjadi melalui udara. Proses infeksinya yakni, bakteri masuk dan terkumpul di dalam paru-paru, kemudian menyebar melalui pembuluh darah, menginfeksi hampir seluruh organ tubuh seperti paru-paru, otak, ginjal, tulang, saluran pencernaan, dan kelenjar getah bening, kemudian pada paru-paru terbentuk tuberkel (koloni bakteri yang dorman/istirahat), selanjutnya jika kekebalan tubuh kurang baik, tuberkel akan bertambah banyak dan membentuk ruangan di dalam paru-paru, ruangan tersebut memproduksi dahak (sputum).


Saat ini, TBC sudah banyak dapat dicegah dengan diadakannya vaksinasi pada bayi, deteksi dini, serta perawatan lebih lanjt untuk kasus tertentu. Cara yang paling tepat untuk menjauhi peyakit ini adalah dengan melakukan pola hidup sehat (pola makan, istirahat, dan olahraga yang baik).

Baca lebih jauh seputar Tuberkulosis di Wikipedia | Klik Disini

Baca lebih jauh seputar Tuberkulosis di Tuberkulosis.org | Klik Disini

Faringitis (bahasa Latin: pharyngitis) | Faringitis atau yang kadang juga disebut sebagai radang tenggorokan adalah peradangan pada faring dan tenggorokan. Faringitis menyebabkan rasa sakit ketika menelan makanan. Faringitis sendiri disebabkan oleh infeksi virus, seperti virus influenza, bakteri, seperti bakteri Streptococcus sp. dan Corynebacterium sp., merokok, menelan racun, reaksi alergi, atau refluks asam lambung (pengaliran kembalo isi lambung ke kerongkongan).


Terdapat dua jenis faringitis berdasarkan tingkat keakutannya:
1 | Faringitis akut, yaitu randang tenggorokan yang masih baru. Gejala yang dirasakan yakni nyeri tenggorokan dan biasanya disertai dengan demam dan batuk.
2| Faringitis kronis, yaitu radang tenggorokan yang sudah berlangsung lama. Gejala yang dirasakan yakni merasakan adanya sesuatu yang mengganjal di tenggorokan, namun tidak disertai nyeri menelan.

Baca lebih jauh seputar Faringitis di Wikipedia | Klik Disini

Baca lebih jauh seputar Faringitis di Bidanku.com | Klik Disini

Pneumonia (Radang Paru-Paru) | Pneumonia atau yang biasanya disebut radang paru-paru adalah peradangan paru-paru yang dapat mengakibatkan alveolus terisi oleh cairan yang berlebihan. Pneumina sudah menjadi masalah serius, dan telah menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Penyebab Pneumonia adalah infeksi bakteri, seperti Mycoplasma pneumoniae dan Streptococcus pneumoniae, virus, atau jamur seperti  Aspergillus fumigatus dan Actinomyces israeli. Penyakit ini sangat rentan menyerang perokok dan peminum alkohol.


Pneumonia biasanya berawal dari infeksi saluran pernapasan atas, kemudian berpindah ke saluran pernapasan bawah. Pencegahan pneumonia bisa dilakukan dengan melakukan vaksinasi terhadap Haemophilus influenzae dan Streptococcus pneumoniae. Cara ini sudah memiliki hasil yang baik.

Baca lebih jauh seputar Pneumonia di Wikipedia | Klik Disini

Baca lebih jauh seputar Pneumonia di Penyakitpneumonia.com | Klik Disini

Difteri | Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae atau Corynebacterium ulcerans. Bakteri penyebab difteri ini dapat menyebar melalui kontak mulut dan hidung sehingga cairan memasuki tubuh, dari jari-jari dan handuk yang terkontaminasi, dan dari susu yang terkontaminasi.

Gejala yang mengindikasikan penyakit ini adalah:
1 | Terbentuknya membran abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.
2 | Demam dan menggigil.
3 | Sakit tenggorokan dan suara serak.
4 | Sulit bernapas atau napas yang cepat.
5 | Pembengkakan kelenjar limfa pada leher.
6 | Lemas dan lelah.
7 | Hidung beringus. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang berdarah.

Baca lebih jauh seputar Difteri di Wikipedia | Klik Disini

Baca lebih jauh seputar Difteri di Alodokter.com | Klik Disini

Asfiksia | Asfiksia adalah kondisi ketika pernapasan kekurangan oksigen dari luar tubuh, sehingga berakibat kepada kegagalan fungsi paru-paru (metabolisme tubuh) hingga kematian. Asfiksia dapat terjadi ketika kita tenggelam di dalam air, menahan napas terlalu lama, kondisi lingkungan yang minim oksigen, ataupun gangguan pada sistem saraf pusat.


Asfiksia pun dapat dan sering terjadi pada bayi, yang dinamakan asfiksia neonatorum. Yaitu keadaan dimana bayi gagal melakukan proses bernapas secara teratur setelah kelahirannya. Yang membuat gangguan ini banyak menimbulkan kematian pada bayi baru lahir.

Baca lebih jauh seputar Asfiksia di Wikipedia | Klik Disini

Baca lebih jauh seputar Asfiksia di pengertianmenurutparaahli.net | Klik Disini

Kanker Paru-Paru (Karsinoma Pulmonar) | Kanker paru-paru adalah kondisi dimana organ paru-paru mengalami ketidaknormalan pada sel-selnya. Sel-sel tersebut mengalami proliferasi atau pertumbuhan yang cepat.


Ada banyak faktor yang dapat memicu timbulnya gangguan hebat ini, seperti merokok, pulusi udara, bawaan genetik, terpapar arsenik (senyawa yang biasanya terdapat pada pestisida), ataupun terpapar karbonil nikel (pelebur nikel).

Adapun kita dapat mengenali anda-tanda dan gejala yang menunjukkan adanya kanker paru-paru, diantaranya adalah:
1 | gejala pada saluran napas: batuk, batuk darah, bengek atau napas pendek,
2 | gejala sistemik: berat badan turun, demam, gada pada kuku jari, atau kelelahan,
3 | gejala karena tekanan di daerah lokal: nyeri dada, nyeri tulang, obstruksi vena cava superior, kesulitan menelan.

Sumber

Disarikan dari:
1 | Buku Irnaningtyas, Biologi Untuk SMA/MA Kelas XI, Tahun 2013, Penerbit Erlangga.
2 | Situs Wikipedia
3 | dan sumber online lainnya.

Sumber gambar : duniaterkini.com, jamutradisionalmujarab.com, slideshare.net, momjuntion.com, edukia.org, sehatcenter.com

Hak cipta karya sepenuhnya ada pada penulis dan penerbit bersangkutan. Disini hanya sebatas mendokumentasikan dan mendiskusikan dengan harapan dapat menjadi input berharga bagi pihak-pihak terkait.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sejarah Kerajaan Gowa, Kerajaan Gowa-Tallo, Hingga Kesultanan Makassar

Sebelum Islam datang, Kerajaan Gowa telah berdiri dengan Tomanurung sebagai raja pertama. Namun, tak banyak catatan sejarah yang menyebutkan perjalanan kerajaan tersebut.

Kapan tepatnya berdiri kerajaan pun tak ada data sejarah yang mengabarkan. Menurut Prof Ahmad M Sewang dalam Islamisasi Kerajaan Gowa: Abad XVI Sampai Abad XVII, Kerajaan Gowa diperkirakan berdiri pada abad ke-14.

Sebelum kerajaan tersebut berdiri, kawasannya sudah dikenal dengan nama Makassar dan masyarakatnya disebut dengan suku Makassar. Wilayah ini pun pernah menjadi bagian kekuasaan Majapahit.

Gowa dan Tallo pra-Islam merupakan kerajaan kembar milik dua bersaudara. Berawal di pertengahan abad ke-16, pada masa pemerintahan Gowa IV Tonatangka Lopi, ia membagi wilayah Kerajaan menjadi dua bagian untuk dua putranya, Batara Gowa dan Karaeng Loe ri Sero. Hal ini dikarenakan kedua putranya sama-sama ingin berkuasa.

Batara Gowa melanjutkan kekuasaan sang ayah yang meninggal dunia dengan memimpin Kerajaan Gowa sebagai R…

Sudut Pandang Pada Teks Cerpen

Sudut pandang atau pusat pengisahan merupakan unsur cerita yang berkaitan dengan bagaimana peran seorang pengarang (narator) dalam menyampaikan ceritanya. Sudut pandang dalam teks narasi (teks cerpen termasuk teks narasi) terdiri atas sudut pandang orang pertama dan orang ketiga.


Sudut Pandang Orang Pertama Sudut pandang orang pertama memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1 | Menggunakan kata ganti orang pertama. Contohnya aku, saya, atau kami.
2 | Pengarang tampil menyampaikan kisah yang dialami sendiri. Contohnya: "Selama berada di Jakarta, kami mendapat pengalaman yang sangat menyenangkan...."

Sudut pandang orang pertama dibagi menjadi dua jenis: orang pertama sebagai pelaku utama dan orang pertama sebagai pengamat

Orang Pertama sebagai Pelaku Utama
Pada jenis ini, pengarang terlibat langsung dalam menyampaikan kisahnya dan berperan langsung sebagai tokoh utama. Dengan kata lain, orang pertama mengisahkan dirinya sendiri.

Contoh teks :
Aku mulai mempersiapkan perkawinanku. B…