Skip to main content

Dampak Penipisan Lapisan Ozon

Dampak penipisan lapisan ozon di bumi bisa kita analogikan dengan melihat penipisan lapisan ozon yang rutin terjadi di Antartika secara alami. Ketika terjadi penipisan lapisan ozon disana, dan matahari sedang bersinar, penelitian memperlihatkan bahwa sinar matahari yang masuk banyak mengandung radiasi Ultra Violet (UV) karena sinar matahari tidak mendapat penyaring. Dengan masuknya radiasi UV secara langsung, kita akan merasa sinar matahari terasa sengat terik dan akibatnya kulit akan terasa pedih. Hal itu menggambarkan bahwa sinar UV yang dipancarkan oleh matahari sangat berbahaya bagi seluruh makhluk hidup, termasuk manusia.

Salah satu fungsi lapisan ozon bumi adakah menyaring sinari UV yang dipancarkan oleh matahari. Lapisan ozon akan menyerap 90% radasi UV, sehingga sinar UV yang masuk hingga ke permukaan bumi kira-kira hanya 10%.


Apa akibatnya jika lapisan ozon menipis?

Seperti yang telah dianalogikan/diumpamakan di atas, dampak penipisan lapisan ozon secara langsung akan dapat dirasakan oleh manusia atas meningkatnya kadar radiasi UV yang masuk ke dalam bumi. Bagi manusia, lapisan ozon yang menipis berarti kulit dan mata akan terpapar radiasi UV lebih banyak dari yang normalnya. Hal itu akan memicu jumlah penderita kanker kulit dan mata katarak.

Tidak hanya itu, lebih parahnya lagi terlalu berlebihnya sinar UV yang masuk ke bumi akan menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh manusia. Hal itu secara tidak langsung akan meningkatkan kerentanan tubuh manusia dan memperceat timbulnya beberapa penyakit. Akibatnya, masa hidup manusia akan bertambah pendek.

Apakan hanya manusia yang terkena dampaknya?
Tidak! Seluruh makhluk di bumi akan terkena dampaknya. Radiasi UV berlebih dapat merusak kolorofil tumbuhan sehingga menimbulkan penurunan produksi pangan dan kematian pada tanaman. Plankton di laut juga turut akan mata sehingga akan memutus mata rantai makanan, akibatnya jumlah ikan akan berkurang. Naasnya lagi, fitoplankton merupakan penyumbang 70% kebutuhan oksigen di dunia, sehingga matinya mereka akibat paparan radiasi UV berlebih akan berdampak panjang pada kehidupan di bumi.

Sumber

Disarikan dari buku Marthen Kanginan, Fisika SMA/MA Kelas XI, Tahun 2014, Penerbit Erlangga.

Sumber gambar : m4res.wordpress.com

Hak cipta karya sepenuhnya ada pada penulis dan penerbit bersangkutan. Disini hanya sebatas mendokumentasikan dan mendiskusikan dengan harapan dapat menjadi input berharga bagi pihak-pihak terkait.

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Kerajaan Gowa, Kerajaan Gowa-Tallo, Hingga Kesultanan Makassar

Sebelum Islam datang, Kerajaan Gowa telah berdiri dengan Tomanurung sebagai raja pertama. Namun, tak banyak catatan sejarah yang menyebutkan perjalanan kerajaan tersebut.

Kapan tepatnya berdiri kerajaan pun tak ada data sejarah yang mengabarkan. Menurut Prof Ahmad M Sewang dalam Islamisasi Kerajaan Gowa: Abad XVI Sampai Abad XVII, Kerajaan Gowa diperkirakan berdiri pada abad ke-14.

Sebelum kerajaan tersebut berdiri, kawasannya sudah dikenal dengan nama Makassar dan masyarakatnya disebut dengan suku Makassar. Wilayah ini pun pernah menjadi bagian kekuasaan Majapahit.

Gowa dan Tallo pra-Islam merupakan kerajaan kembar milik dua bersaudara. Berawal di pertengahan abad ke-16, pada masa pemerintahan Gowa IV Tonatangka Lopi, ia membagi wilayah Kerajaan menjadi dua bagian untuk dua putranya, Batara Gowa dan Karaeng Loe ri Sero. Hal ini dikarenakan kedua putranya sama-sama ingin berkuasa.

Batara Gowa melanjutkan kekuasaan sang ayah yang meninggal dunia dengan memimpin Kerajaan Gowa sebagai R…

4 Partai Pemenang Pemilu Pertama Indonesia 1955

Pemilu pertama Indonesia pada tahun 1955 memunculkan 4 partai besar pemenang. Empat partai tersebut adalah Partai Nasionalis Indonesia (PNI), Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi), Nahdatul Ulama, dan Partai Komunis Indonesia (PKI).


Adapun perolehan kursi hasil pemilihan umum pertama 1955 adalah sebagai berikut.

PEMILU UNTUK ANGGOTA DPR (29 SEPTEMBER 1955)

Partai Nasionalis Indonesia (PNI) : 57 kursi
Partai Masyumi : 57 kursi
Partai Nahdatul Ulama : 45 kursi
Partai Komunis Indonesia (PKI) : 39 kursi

PEMILU UNTUK KONSTITUANTE (15 DESEMBER 1955)

Partai Nasionalis Indonesia (PNI) : 119 kursi
Partai Masyumi : 112 kursi
Partai Nahdatul Ulama : 91 kursi
Partai Komunis Indonesia (PKI) : 80 kursi

Sumber
BSE Kemendikbud Sejarah Indonesia Kelas XII SMA.

Sumber gambar : saga-sigi.blogspot.com

Program Ekonomi Gerakan Asaat

Apa yang dimaksud dengan Gerakan Asaat?

Gerakan Asaat adalah sebuah program ekonomi pemerintah Indonesia tahun 1950an yang dilakukan untuk meningkatkan produktivitas pengusaha pribumi. Gerakan Asaat memberikan perlindungan khusus bagi warga negara Indonesia Asli dalam segala aktivitas usaha di bidang perekonomian dari persaingan dengan pengusaha asing pad aumumnya dan warga keturuan Cina pada khususnya.


Dukungan dari pemerintah terhadap gerakan ini terlihat dari pernyataan yang dikeluarkan pemerintah pada Oktober 1956 bahwa pemerintah akan memberikan lisensi khusus pada pengusaha pribumi. Ternyata kebijakan pemerintah ini memunculkan reaksi negatif yaitu muncul golongan yang membenci kalangan Cina. Bahkan reaksi ini sampai menimbulkan permusuhan dan pengrusakan terhadap toko-toko dan harta benda milik masyarakat Cina serta munculnya perkelahian antara masyarakat Cina dan masyarakat pribumi.

Sumber
BSE Kemendikbud Sejarah Indonesia Kelas XII SMA.

Sumber gambar : www.kaskus.co.id