Ketik sesuatu lalu tekan enter

author photo
By On
Waktu shalat Magrib hanya satu, yaitu ketika terbenamnya matahari. Hal ini telah dijelaskan dalam hadis yang berkaitan dengan Malaikat Jibril yang mengimami Rasulullah Saw..

Baca : Waktu-Waktu Shalat

Abu Na’im meriwayatkan katerangan dari Jabir bahwa ia berkata, “Kami pernah shalat Magrib bersama Rasulullah Saw. kemudian kami keluar untuk berlomba memanah, sehingga kami tiba di rumah-rumah suku Bani Salmah dan kami melihat tempat jatuhnya anak panah pada saat matahari terbenam.

Dikatakan sesungguhnya waktu shalat Magrib itu lepas apabila tidak dikerjakan pada waktunya. Mengenai hal tersebut, Allah Swt. yang lebih tahu tentang perkara itu.

Orang-orang yang berada dalam kawasan yang berkabut tebal, atau tertahan di tempat yang gelap, atau ia buta; mereka bisa melaksanakan shalat sesuai dengan kehendak mereka seperti yang telah kami gambarkan tentang waktu shalat Zuhur. Mereka pun dapat mengakhirkannya hingga melihat (yakin) telah masuk waktu shalat atau telah melampaui masa masuknya.


Sumber

Dikutip tanpa pengubahan dari buku Dr. Asmaji Muchtar, Fatwa-Fatwa Imam Asy-Syafi'i - Masalah Ibadah,  Tahun 2014, Penerbit Amzah.

Hak cipta karya sepenuhnya ada pada penulis dan penerbit bersangkutan. Disini hanya sebatas mendokumentasikan dan mendiskusikan dengan harapan dapat menjadi input berharga bagi pihak-pihak terkait.

Klik untuk mengomentari