Ketik sesuatu lalu tekan enter

author photo
By On
Dalam riwayat dari Ibnu Umar Ra. dijelaskan bahwa Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Kamu tidak dikalahkan oleh orang Arab (kampung) mengenai nama shalatmu. Ia adalah Isya, selain bahwa mereka datang terlambat bersama unta.” (Riwayat Muslim dari Ibnu Umar)

Mazhab Syafi’i lebih suka dengan nama Isya, sebagaimana Rasulullah Saw. telah menamakannya. Awal waktunya, yaitu ketika awan merah (syafaq) mulai lenyap dari pandangan.

Syafaq adalah warna merah yang berada di tempat terbenamnya matahari. Apabila warna merahnya telah lenyap dan tidak kelihatan sedikit pun, hal itu menandakan bahwa waktu shalat Isya telah masuk. Seseorang yang telah memulai shalat Isya, tetapi masih tertinggal sedikit warna merah itu, ia harus mengulangi shalatnya. Tidak seorang pun yang boleh mengerjakan suatu shalat, kecuali apabila waktunya telah tiba.

Akhir waktu shalat Isya adalah berlalunya sepertiga malam. Apabila seseorang telah lepas dari sepertiga malam pertama, kami menganggapnya telah lepas dari waktu shalat Isya, karena itu adalah akhir waktunya. Tidak ada penjelasan dari Rasulullah Saw. yang menunjukan bahwa ia tidak lepas selain sesudah waktu itu.


Sumber

Dikutip tanpa pengubahan dari buku Dr. Asmaji Muchtar, Fatwa-Fatwa Imam Asy-Syafi'i - Masalah Ibadah,  Tahun 2014, Penerbit Amzah.

Hak cipta karya sepenuhnya ada pada penulis dan penerbit bersangkutan. Disini hanya sebatas mendokumentasikan dan mendiskusikan dengan harapan dapat menjadi input berharga bagi pihak-pihak terkait.

Klik untuk mengomentari