Ketik sesuatu lalu tekan enter

author photo
By On
Berdasarkan urutan panjang gelombang, mulai dari yang terpanjang ke yang terpendek, radiasi sinar matahari dibagi tiga, yaitu infra merah (IM), cahaya tampak, dan ultra violet (UV). Ketika sinar matahari mengenai kaca sebuah rumah kaca (green house), radiasi dengan gelombang pendek yaitu cahaya tampak dan UV dapat menembus kaca, sedangkan IM dipantulkan oleh kaca.

Kalor radiasi gelombang pendek diserap oleh tanah dan tanaman di dalam rumah kaca, dan tanaman menjadi hangat. Tanah dan tanaman yang hangat dapat kita golongkan sebagai kalor yang lebih dingin dibandingkan dengan matahari yang suhunya sangat tinggi. Tanah dan tanaman sebagai sumber kalor yang lebih dingin pada gilirannya akan memancarkan kembali kalor yang diserapnya dalam bentuk radiasi IM dengan panjang gelombang yang lebih panjang.

Energi dari kalor radiasi IM yang dipancarkan kembali oleh tanah dan tanaman ini tidak mampu menembus kaca. Energi ini diserap oleh molekul-molekul udara dalam kaca sehingga suhu udara dalam rumah kaca meningkat. Ini membuat suhu dalam rumah kaca dapat tetap hangat dibandingkan suhu luarnya. Keadaan ini membuat tanaman dalam rumah kaca dapat tumbuh subur.

Efek seperti rumah kaca ini Anda alami ketika mobil diparkir pada siang hari terik di bawah sinar matahari dengan jendela kaca tertutup rapat. Ketika Anda masuk ke dalam mobil pada sore hari saat matahari sudah tidak bersinar, Anda merasakan bahwa suhu di dalam mobil lebih hangat dibanding suhu udara di luar mobil.

Sumber

Dikutip tanpa pengubahan dari buku Marthen Kanginan, Fisika SMA/MA Kelas XI, Tahun 2014, Penerbit Erlangga.

Hak cipta karya sepenuhnya ada pada penulis dan penerbit bersangkutan. Disini hanya sebatas mendokumentasikan dan mendiskusikan dengan harapan dapat menjadi input berharga bagi pihak-pihak terkait.

Klik untuk mengomentari