Ketik sesuatu lalu tekan enter

author photo
By On
Allah berfirman: Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur dewasa, maka hendaklah mereka (juga) meminta izin, seperti orang-orang yang lebih dewasa meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (QS. An-Nur (24): 59)

Di ayat lain Allah berfirman: Dan ujilah anak-anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk menikah. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka hartanya. (QS. An-Nisa (4): 6)

Dalam ayat tersebut Allah tidak menyebutkan kata dewasa sebagai batas usia yang mengharuskan harta-harta mereka diserahkan, tetapi cukup umur untuk menikah. Jika anak laki-laki melewati masa mimpi dan anak perempuan telah haid, serta keduanya tidak terganggu akal pikirannya; mereka wajib melaksanakan shalat dan ibadah-ibadah fardhu lainnya.

Sekalipun usia mereka masih kurang dari lima belas tahun, mereka diwajibkan untuk melaksanakan shalat, asalkan sudah mengerti. Akan tetapi jika belum mengerti, status mereka tidak seperti orang dewasa. Jika meninggalkan shalat, hendaklah mereka dihukum dengan hukuman yang ringan. Bagi orang yang terganggu akal pikirannya karena penyakit, kewajiban shalat hilang darinya.


Sumber

Dikutip tanpa pengubahan dari buku Dr. Asmaji Muchtar, Fatwa-Fatwa Imam Asy-Syafi'i - Masalah Ibadah,  Tahun 2014, Penerbit Amzah.

Hak cipta karya sepenuhnya ada pada penulis dan penerbit bersangkutan. Disini hanya sebatas mendokumentasikan dan mendiskusikan dengan harapan dapat menjadi input berharga bagi pihak-pihak terkait.

Klik untuk mengomentari