Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2016

Efek Rumah Kaca

Sinar matahari sampai ke permukaan bumi melalui atmosfer bumi. Atmosfer berfungsi menyaring, menyerap, dan memantulkan radiasi sinar matahari yang datang padanya. Bumi memantulkan rata-rata 30% dari radiasi sinar matahari, dua pertiganya atau sekitar 20% dipantulkan oleh awan, 6% dihamburkan oleh partikel-partikel udara, dan 4% dipantulkan oleh permukaan bumi. Tentu saja persentase radiasi yang dipantulkan bumi bergantung pada jangkauan penutupan awan, jumlah debu di atmosfer, dan luas salju serta tumbuh-tumbuhan pada permukaan. Perubahan besar dari variabel-variabel itu juga dapat meningkatkan atau mengurangi pemantulan radiasi matahari, yang akhirnya mengarah ke peningkatan atau pendinginan atmosfer.

Setelah melalui penyaringan, penyerapan, dan pemantulan, hanya setengah dari radiasi matahari yang diserap oleh permukaan bumi. Bebatuan, tanah, dan air menyerap energi radiasi matahari yang sampai kepadanya, sehingga daratan menjadi hangat, Seperti pada rumah kaca, material-material (b…

Prinsip Rumah Kaca - Fisika

Berdasarkan urutan panjang gelombang, mulai dari yang terpanjang ke yang terpendek, radiasi sinar matahari dibagi tiga, yaitu infra merah (IM), cahaya tampak, dan ultra violet (UV). Ketika sinar matahari mengenai kaca sebuah rumah kaca (green house), radiasi dengan gelombang pendek yaitu cahaya tampak dan UV dapat menembus kaca, sedangkan IM dipantulkan oleh kaca.

Kalor radiasi gelombang pendek diserap oleh tanah dan tanaman di dalam rumah kaca, dan tanaman menjadi hangat. Tanah dan tanaman yang hangat dapat kita golongkan sebagai kalor yang lebih dingin dibandingkan dengan matahari yang suhunya sangat tinggi. Tanah dan tanaman sebagai sumber kalor yang lebih dingin pada gilirannya akan memancarkan kembali kalor yang diserapnya dalam bentuk radiasi IM dengan panjang gelombang yang lebih panjang.

Energi dari kalor radiasi IM yang dipancarkan kembali oleh tanah dan tanaman ini tidak mampu menembus kaca. Energi ini diserap oleh molekul-molekul udara dalam kaca sehingga suhu udara dalam …

Kelangkaan (Scarcity)

Kelangkaan (Scarcity) adalah ketidakseimbangan atau ketimpangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan jumlah alat pemuas kebutuhan yang terbatas. Scarcity berasal dari kara scare yang berarti langka. Alat pemuas kebutuhan adalah segala sesuatu yang dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan manusia. Dengan kata lain, setiap benda mempunyai faedah atau guna (utility) bagi manusia.

Alat pemuas kebutuhan dapat dibedakan menurut sifat, fungsi, wujud, sifat hubungan, dan prosesnya.

Alat pemuas kebutuhan menurut sifatnya terdiri atas barang ekonomi dan barang bebas.
Alat pemuas kebutuhan menurut fungsi/tujuan penggunaannya terdiri atas barang konsumsi dan barang produksi/barang modal.
Alat pemuas kebutuhan menurut wujudnya terdiri atas barang konkrit/material dan barang abstrak/immaterial.
Alat pemuas kebutuhan menurut sifat hubungannya terdiri atas barang substitusi dan barang komplementer.
Alat pemuas kebutuhan menurut prosesnya terdiri atas barang mentah/bahan mentah, barang seteng…

Kebutuhan

Kebutuhan adalah keinginan manusia atas barang dan jasa yang beraneka ragam untuk dapat terpenuhi dengan alat atau sarana yang ada, sehingga tercapai kemakmuran. Kebutuhan manusia dapat dikelompokkan menurut intensitasnya, sifat, waktu penggunaan, dan subjeknya.

Kebutuhan menurut intensitasnya, meliputi kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier.

Kebutuhan menurut sifatnya, meliputi kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani.

Kebutuhan menurut waktu penggunaannya, meliputi kebutuhan sekarang dan kebutuhan yang akan datang.

Kebutuhan menurut subjeknya, meliputi kebutuhan individu dan kebutuhan masyarakat/publik.

Sumber Dikutip tanpa pengubahan dari buku Bambang Puji Raharjo, Martinus Hari Priharta, Sukses Ujian Ekonomi, Tahun 2010, Penerbit Yudhistira.

Hak cipta karya sepenuhnya ada pada penulis dan penerbit bersangkutan. Disini hanya sebatas mendokumentasikan dan mendiskusikan dengan harapan dapat menjadi input berharga bagi pihak-pihak terkait.

Masalah Pokok Ekonomi

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari upaya-upaya/kegiatan manusia dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan guna mencapai kemakmuran. Keadaan yang dimaksud dengan kemakmuran disini adalah keadaan terpenuhinya semua kebutuhan (minimal kebutuhan pokok).

Untuk mencapai kemakmuran, ternyata timbul berbagai masalah. Masalah ekonomi tersebut adalah kebutuhan manusia yang tidak terbatas sedangkan alat pemuasnya sangat terbatas.

Masalah ekonomi sendiri dibahas secara khusus oleh aliran ekonomi klasik dan ekonomi modern.
Masalah Ekonomi Menurut Aliran Ekonomi KlasikProduksi, yaitu kegiatan menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang/jasa.

Konsumsi, yaitu kegiatan mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang/jasa.

Distribusi, yaitu kegiatan menyalurkan barang/jasa dari produsen ke konsumen.

Masalah Ekonomi Menurut Aliran Ekonomi Modern a. Barang apa yang akan diproduksi dan berapa banyak (what)?
b. Bagaimana cara memproduksi (how)?
c. Untuk siapa barang/jasa tersebut diproduksi (fo…

Pakaian Untuk Shalat

Dalam riwayat dari Abu Hurairah Ra. ditegaskan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, "Janganlah seseorang diantara kamu mengerjakan shalat pada sehelai kain yang tidak ada sedikit pun (kain) pada bahunya."

Menurut Asy-Syafi'i, kemungkinan maksud dari hadis Rasulullah Saw. di atas adalah hendaknya seseorang jangan mengerjakan shalat dengan sehelai kain yang pada bahunya tidak ada kain sedikitpun. Hadis ini menunjukkan pilihan, bukan suatu keharusan, atau kemungkinan yang lain, yaitu bahwa sesuatu itu tidak memadai kecuali dengan hal itu.


Apabila aurat laki-laki sedikit tersingkap dalam shalatnya, begitu juga rambut perempuan, baik sedikit maupun banyak, selain wajah dan kedua telapak tangannya, serta bagian yang dekat dengan telapak tangannya, yaitu pergelangan tangan perempuan itu tersingkap, baik diketahui atau tidak; keduanya harus mengulangi shalatnya, kecuali tersingkapnya karena angun atau jatuh kemudian dikembalikan ke tempatnya semula dari jeda waktu yang tidak terlalu …

Waktu Shalat Subuh/Fajar

Allah Swt. berfirman: Laksanakanlah shalat sejak matahari tergelincir sampai gelamnya malam dan (laksanakan pula shalat) Subuh. Sunguh, shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat). (QS. Al-Isra (17): 78)

Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa mendapati satu rakaat dari shalat Subuh, ia telah mendapati shalat Subuh.

Shalat Subuh adalah shalat Fajar. Shalat itu hanya memiliki dua nama, yaitu Subuh dan Fajar. Kami tidak menyukai nama lain selain dua nama itu.

Seseorang tidak dikatakan lepas melaksanakan shalat Subuh hingga matahari terbit dan ia belum melaksanakan satu rakaat pun. Adapun yang dinamakan satu rakaat itu adalah satu rakaat beserta sujudnya.

Barangsiapa belum menyempurnakan satu rakaat itu terbitnya matahari, ia lepas dari shalat Subuh berdasarkan hadis Rasulullah Saw. yang berbunyi, “Barangsiapa mendapati satu rakaat dari shalat Subuh sebelum terbitnya matahari, maka ia telah mendapati shalat Subuh.


Sumber Dikutip tanpa pengubahan dari buku Dr. Asmaji Muchtar, Fatwa-Fat…

Waktu Shalat Isya

Dalam riwayat dari Ibnu Umar Ra. dijelaskan bahwa Nabi Muhammad Saw. bersabda, “Kamu tidak dikalahkan oleh orang Arab (kampung) mengenai nama shalatmu. Ia adalah Isya, selain bahwa mereka datang terlambat bersama unta.” (Riwayat Muslim dari Ibnu Umar)

Mazhab Syafi’i lebih suka dengan nama Isya, sebagaimana Rasulullah Saw. telah menamakannya. Awal waktunya, yaitu ketika awan merah (syafaq) mulai lenyap dari pandangan.

Syafaq adalah warna merah yang berada di tempat terbenamnya matahari. Apabila warna merahnya telah lenyap dan tidak kelihatan sedikit pun, hal itu menandakan bahwa waktu shalat Isya telah masuk. Seseorang yang telah memulai shalat Isya, tetapi masih tertinggal sedikit warna merah itu, ia harus mengulangi shalatnya. Tidak seorang pun yang boleh mengerjakan suatu shalat, kecuali apabila waktunya telah tiba.

Akhir waktu shalat Isya adalah berlalunya sepertiga malam. Apabila seseorang telah lepas dari sepertiga malam pertama, kami menganggapnya telah lepas dari waktu shalat Isya…

Waktu Shalat Magrib

Waktu shalat Magrib hanya satu, yaitu ketika terbenamnya matahari. Hal ini telah dijelaskan dalam hadis yang berkaitan dengan Malaikat Jibril yang mengimami Rasulullah Saw..

Baca : Waktu-Waktu Shalat

Abu Na’im meriwayatkan katerangan dari Jabir bahwa ia berkata, “Kami pernah shalat Magrib bersama Rasulullah Saw. kemudian kami keluar untuk berlomba memanah, sehingga kami tiba di rumah-rumah suku Bani Salmah dan kami melihat tempat jatuhnya anak panah pada saat matahari terbenam.

Dikatakan sesungguhnya waktu shalat Magrib itu lepas apabila tidak dikerjakan pada waktunya. Mengenai hal tersebut, Allah Swt. yang lebih tahu tentang perkara itu.

Orang-orang yang berada dalam kawasan yang berkabut tebal, atau tertahan di tempat yang gelap, atau ia buta; mereka bisa melaksanakan shalat sesuai dengan kehendak mereka seperti yang telah kami gambarkan tentang waktu shalat Zuhur. Mereka pun dapat mengakhirkannya hingga melihat (yakin) telah masuk waktu shalat atau telah melampaui masa masuknya.


Su…

Waktu Shalat Ashar

Waktu shalat Ashar pada musim panas, yaitu apabila bayang-bayang sesuatu melewati bendanya. Pada saat itu, berakhirlah waktu Zuhur.

Apabila bayang-bayang sesuatu tidak tampak, diukur kekurangan bayangan itu, Apabila bayangan itu bertambah setelah terjadi kekurangan, itu adalah tanda tergelincirnya matahari (zawal) dan pada musim panas diukur apabila bayangan sesuatu berdiri tegak lurus. Apabila telah melewati batas kelurusannya, berarti telah masuk awal waktu Ashar.

Shalat Ashar hendaknya dikerjakan pada awal waktu dan kami tidak menyukai apabila ditangguhkan.

Apabila terdapat kabut tebal, atau seseorang tertahan di tempat yang gelap, atau buta dan tidak ada seorang pun yang bersamanya; maka orang itu hendaknya melalukan seperti apa yang telah kami gambarkan pada shalat Zuhur, tidak ada bedanya sedikit pun.

Baca : Waktu Shalat Zuhur

Barangsiapa menangguhkan shalat Ashar hingga bayangan sesuatu melewatinya sebanyak dua kali lipat seperti pada musim panas, telah luput baginya waktu pilih…

Waktu Shalat Zuhur

Waktu Zuhur dimulai dengan tergelincirnya matahari dari tengah langit dan bayang-bayang matahari pada musim panas berbentuk kencup, sehingga tidak ada bayang-bayang yang tegak lurus di siang hari dalam kondisi apapun. Apabila ada yang demikian, matahari telah tergelincir dan itu tanda berakhirnya waktu Zuhur, dimana bayang-bayang sebanding dengan bendanya. Apabila panjang bayang-bayang telah melampaui bentuk aslinya, waktu Zuhur telah berakhir dan masuk waktu Ashar, dimana tidak ada pemisah diantara keduanya.

Apabila terjadi kabut tebal, hendaklah ia memperhatikan matahari dan berhati-hati dari mengakhirkan waktu shalat, sebab boleh jadi waktu shalat Ashar telah masuk. Apabila ia ragu, maka ikutilah kemana akal pikiran lebih condong. Dengan begitu, shalatnya sah. Hal yang demikian itu karena waktunya cukup panjang sehingga ia dapat memastikan bahwa matahari telah tergelincir, baik mengetahui sendiri maupun diberitahu oleh orang yang dapat dipercaya. Apabila ia ragu dengan berita itu, i…

Waktu-Waktu Shalat

Allah Swt. Menetapkan hukum dan kitab-Nya bahwa kewajiban shalat ditentukan dengan waktu-waktunya. Sebagaimana firman Allah Swt.: Sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang beriman. (QS. An-Nisa (4): 103)

Hadis dari Ibnu Abbas Ra. Bahwa Rasulullah Saw. Bersabda, “Jibril mengimamiku di pintu Kakbah sebanyak dua kali. Ia shalat Zuhur ketika bayang-bayang itu seperti berjalannya sandal di belakang telapak kaki, kemudian ia mengerjakan shalat Ashar pada saat setiap sesuatu menurut kadar bayang-bayangnya. Jibril shalat Magrib ketika orang yang berpuasa berbuka puasa, shalat Isya ketika hilangnya awan merah, kemudian mengerjakan shalat Subuh ketika diharamkan makan dan minum bagi orang yang berpuasa. Kemudian ia mengerjakan shalat Zuhur untuk yang kedua kalinya ketika setiap sesuati sama dengan panjang bayang-bayangnya, seperti kadar waktu shalat Ashar yang kemarin. Kemudian Jibril mengerjakan shalat Ashar ketika bayang-bayang segala sesuatu itu menjadi d…

Orang Yang Berkewajiban Untuk Shalat

Allah berfirman: Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur dewasa, maka hendaklah mereka (juga) meminta izin, seperti orang-orang yang lebih dewasa meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya kepadamu. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana. (QS. An-Nur (24): 59)

Di ayat lain Allah berfirman: Dan ujilah anak-anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk menikah. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka hartanya. (QS. An-Nisa (4): 6)

Dalam ayat tersebut Allah tidak menyebutkan kata dewasa sebagai batas usia yang mengharuskan harta-harta mereka diserahkan, tetapi cukup umur untuk menikah. Jika anak laki-laki melewati masa mimpi dan anak perempuan telah haid, serta keduanya tidak terganggu akal pikirannya; mereka wajib melaksanakan shalat dan ibadah-ibadah fardhu lainnya.

Sekalipun usia mereka masih kurang dari lima belas tahun, mereka diwajibkan untuk melaksanakan shalat, asalkan sudah mengerti. Akan teta…

Kewajiban Shalat

Kewajiban shalat didasarkan pada firman Allah Swt. : Sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. (QS. An-Nisa (4) : 103)

Dalam ayat lain, Allah Swt. berfirman : Padahal mereka hanya diperintahkan menyembah Allah dengan ikhlas dan menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar). (QS. Al-Bayyinah (98) : 5)

Kewajiban shalat dalam kedua ayat tersebut diperkuat oleh penegasan Rasulullah Saw. dalam sebuah hadis. Suatu ketika Rasulullah Saw. ditanya tentang Islam, kemudian beliau bersabda, "Lima kali shalat satu hari satu malam." Kemudian orang itu bertanya kembali, "Apa ada yang selainnya?" Lalu beliau menjawab, "Tidak ada, kecuali apabila engkai melakukan yang sunnah." (Tartib Musnad Imam Asy-Syafi'i)


Sumber Dikutip tanpa pengubahan dari buku Dr. Asmaji Muchtar, Fatwa-Fatwa Imam Asy-Syafi'i - M…

Biografi Singkat Imam Asy-Safi'i

Imam Asy-Syafi'i dilahirkan pada tahun 150 Hijriah. Ia dilahirkan di desa Ghazzah, Asqalan, dari pasangan suami-istri Idris bin Abbas dan Fatimah binti Abdullah. Dari jalur ayah, nasab beliau bertemu dengan Abdu Manaf bin Qusayyi. Sementara dari jalur ibu, nasab beliau bertemu dengan Abdullah bin Hasan bin Husain bin Ali bin Abi Thalib.

Ketika berusia dua tahun, ibunya membawa Asy-Syafi'i pindah ke Hijaz, suatu tempat dimana sebagian besar penduduknya berasa dari Yaman. Ibunda Asy-Syafi'i sendiri berasal dari Azdiyah. Mereka menetap di kawasan itu. Ketika usia Asy-Syafi'i mencapai sepuluh tahun, ibundanya membawanya pindah ke Mekah. Perpindahan ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran bahwa ia akan melupakan nasabnya.

Sejak kecil, Asy-Syafi'i hidup dalam kemiskinan. Pada waktu beliau diserahkan ke bangku pendidikan, para pendidik tidak memperoleh upah. Akan tetapi, setiap kali seorang guru mengajarkan sesuatu kepada murid-murid, terlihat Asy-Syafi'i kecil mampu m…

Tips Ampuh Mengatasi Stress

Tips Ampuh Mengatasi Stress - Stress merupakan suatu kondisi dimana seseorang terbebani oleh sebuah keadaan berat yang biasanya mencakup persoalan hidup sehingga ia merasa pusing, letih dan frustasi. Saya rasa semua orang pernah mengalami stress. Dari mulai yang hidupnya selalu bahagia hingga yang hidupnya selalu diliputi masalah.

Stress ini bisa diakibatkan oleh beragam kondisi, mulai dari datangnya beban pekerjaan, beban rumah tangga, beban lingkungan, beban percintaan, hingga beban tugas sekolah yang datang seabrek (curhat nih...). Meski masalah stress ini bisa kita anggap sebagai masalah sepele karena cara mengatasinya yang juga sepele, namun perlu diketahui bahwa stress ini harus dengan cepat kita atasi. Mengapa? Karena kalau kita biarkan masalah sepele ini berlarut-larut, bisa gawat nantinya. Coba sahabat bayangkan, jika kita stress, didiamkan, dan akhrinya menjadi gila. Kan bisa saja. Right?

Oke, kali ini saya akan membagikan beberapa tips yang bisa sahabat lakukan ketika stres…